WN Myanmar Ini Nekad Loncat ke Laut dari Kapal Anak Buah Menteri Susi

SELASAR RIAU, BENGKALIS - Teka-teki Warga Negara Asing asal Myanmar yang ditemukan nelayan Kuala Alam, Kecamatan Bengkalis, Riau, akhirnya mulai terkuak.
WNA Myanmar tersebut bernama Kyaw Kyaw Moe yang ditangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai nelayan yang menangkap secara ilegal ikan di perairan Indonesia.
"Hasil pemeriksaan kita ternyata benar, dia ini merupakan tangkapan KKP yang terjun ke laut saat akan dibawa ke Pos KKP di Kepulauan Riau," kata Kepala Satuan Polisi Air (Kasatpolair) Polres Bengkalis, AKP Yudhi Franata SIK, Jumat malam, 15 Februari 2019.
Satpolair Polres Bengkalis telah menyerahkan nelayan Myanmar tersebut ke petugas KKP Wilayah Kepulauan Riau.
Kyaw Kyaw Moe ditemukan oleh M Ali (40), Rabu dinihari, 13 Februari 2019, usai meloncat dari kapal yang membawanya ke laut.
Menurut Kasat, penyerahan dilakukan di Pos Prolair Polres Bengkalis, dimana KKP Kepulauan Riau yang datang langsung menjemputnya.
"Kemarin, pihak KKP Batam datang langsung dengan kapal patrolinya. Kemudian langsung kita limpahkan kepada mereka," jelas Kasat lagi.
Nelayan yang menolong Kyaw Kyaw Moe dan menariknya ke atas kapal ikannya, M Ali menceritakan, saat membantu korban warga negara Myanmar, ia melihat kapal besar diyakininya kapal pukat bukan milik nekayan Indonesia, seperti biasa dilihatnya.
"Saat itu, saya melihat kapal pukat (kapal bubu) lewat, kapal kayu besar dengan tiang tinggi. Saya yakin itu kapal ditumpanginya. karena setelah saya menyelamatkan korban, saya kembali melihat kapal bubu itu patah balik melihat sekitar lokasi kami temukan korban," kata Ali.
Kyaw Kyaw Moe ditemukan mengapung dan berteriak minta tolong di lautan Rabu dinihari, pukul 01.00 WIB.
M Ali sempat mendengar teriakan dan lambaian tangan WNA tersebut untuk meminta tolong. Usai ditolong, korban langsung dibawa ke darat, rumah seorang warga di Desa Kuala Alam, Kecamatan Bengkalis, sebelum akhirnya dievakuasi Satpolair Polres Bengkalis.
Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto dikonfirmasi melalui Kepala Satuan Polair, AKP Yudi Franata mengatakan, mereka mendapat informasi itu, Kamis dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.
Kasatpolair Polres Bengkalis, AKP Yudi Franata, mengungkapkan, laki-laki hanyut itu ditemukan dengan kondisi tanpa busana dan hanya menggunakan celana dalam saja.
"Bersangkutan menggengam bungkusan plastik hitam berisikan dompet dan telepon seluler," tutur AKP Yudi. 40),
Sementara itu, M. Ali, nelayan yang menemukan WNA pertama kali kepada SELASAR RIAU, di rumahnya, Gg Keluarga Dusun III Desa Kuala Alam, Kecamatan Bengkalis, tidak menyangka apa dilihatnya saat itu adalah sesosok tubuh manusia.
Ali menceritakan, saat itu ia sedang membentangkan jaring di tengah laut dan seperti biasa usai membentangkan jaring, ia istirahat di dalam rumah (tenda) kapal.
"Saat itu kan, saya selesai siap mengintai jaring lalu saye ke dalam tenda kapal tuk 'goleng' rehat. Selepas tu, saya dengo jerit, tapi jerit ajo (tidak seperti jerit kito) cume 0000aaa.... lalu saya pandang lah ke darat tak ade apo apo," cerita Ali kepada SELASAR RIAU.
Laki-laki berperawakan kecil, berbadan kurus ini pun kembali menuturkan setelah mencari sumber suara, ia menemukan sesosok manusia dengan kondisi tanpa baju dan celana.
Hanya menggunakan celana dalam saja. Kondisi muka sudah pucat. Laki-laki diakui Ali berbadan besar itupun langsung dibantu untuk naik sampannya.
"Sekitar jam satu saye lihat KM Dumai Expres lewat, saye mendengar lagi teriakan itu. Tak senang hati saya, tulah saye keluar lagi dari kamar mesin untuk jengah lah ke darat, tapi tak saye lihat cuma kawan sesama nelayan. Lalu saya lihatlah ke tengah, nampaklah kepalo bulat warna hitam, tak sangkelah saye orang de, die tekapang lalu die melambikan tangan. Sayepun lucutlah tali letak bendera dan saya tujulah die," kata Ali dengan logat melayu kentalnya.
Ali tidak menyangka kalau orang dibantu naik ke kapalnya itu adalah WNA yang hanyut. Dalam pikiran pria telah puluhan tahun menjaring di laut itu, hanya terlintas menolong.
"Saye tidak tahu die tu Warga Negara Asing. hanya terlintas dalam benak saya hanya menolong sesama manusia," tuturnya.
Karena masih melanjutkan pekerjaannya menjaring ikan, Alipun menitipkan korban baru diselamatkannya ke teman sesama nelayan untuk dibawa ke darat.
"Saye masih narik jaring, saya titipkanlah korban ke kawan untuk dibawa ke darat. Ingat saye orang cino gak ataupun orang asli. Saye pun tak ngerti die cakap ape. Bahkan sempat die minta rokok ke saye tapi hanye gunekan syarat tangan aje," kata Ali.
