Konten dari Pengguna

Sustainability UMKM Pekon Paku 3 Kampus Hidupkan Mesin Produksi & Salurkan Hibah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dr Selfiani, SE, MAk, Akt, CESA, CAPM tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekon Paku, 29 - 30 Agustus 2026 Universitas Terbuka bersama Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Universitas Lampung (Unila) menggelar rangkaian kegiatan Program Kolaborasi Riset Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat di Pekon Paku. Rangkaian kegiatan ini mencakup sosialisasi pemberdayaan bagi ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), reaktivasi mesin tusuk sate bambu milik warga yang telah lama tidak beroperasi, serta sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN 1 Paku. Melalui program ini, tim dari ketiga perguruan tinggi turut menyerahkan sejumlah bantuan konkret bagi masyarakat dan sekolah setempat.

Sosialisasi bagi PKK: Pemberdayaan Berbasis Lingkungan dan UMKM

Pada 29 Agustus 2026, pukul 14.35 WIB, tim PKM BKS-PTN Wilayah Barat menggelar sosialisasi tahap kedua yang menyasar ibu-ibu PKK Pekon Paku, dipandu oleh Diska Kurnia Agustin. Kepala Pekon dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Pekon Paku sebagai lokasi program pengabdian masyarakat, sementara Dr. Selfiani, S.E., M.Ak., Akt., CESA., CAPM dari Universitas Terbuka. selaku Ketua Tim PKM memperkenalkan rangkaian materi kegiatan.

Poster Kegiatan
Sosialisasi pemberdayaan berbasis lingkungan dan UMKM bagi ibu-ibu PKK Pekon Paku, 29 Agustus 2026

Tiga materi inti disampaikan secara berurutan, yaitu Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan dan UMKM oleh Dr. Selfiani, S.E., M.Ak., Akt., CESA., CAP dengan berfokus pada integrasi pelestarian ekologi dengan penguatan ekonomi kerakyatan untuk mendorong kesejahteraan komunitas serta pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Kolaborasi 3 kampus UT, ITERA dan UNILA didampingi Kepala Pekon Paku
Kolaborasi 3 kampus UT, ITERA dan UNILA didampingi Kepala Pekon Paku

Prof. Ir. Gusri Akhyar Ibrahim, S.T., M.T., Ph.D. menekankan pentingnya sinergi antara Kepala Pekon, dunia usaha, masyarakat, dan media untuk menggerakkan kemajuan desa, sekaligus menyampaikan pesan motivasi agar warga segera memulai langkah perubahan tanpa menunda-nunda., serta penggunaan aplikasi QM for Windows oleh Achmad Suryadi Nasution, S.Si., M.Sc.

Sementara itu, Achmad Suryadi Nasution, S.Si., M.Sc. memaparkan pentingnya peran UMKM bagi perekonomian desa, dengan mencontohkan perhitungan laba rugi usaha pangsit goreng dan pangsit kuah menggunakan aplikasi POM-QM for Windows, yang dapat diterapkan pula untuk usaha kuliner lain seperti seblak dan bakso. Sebagai bentuk dukungan nyata, tim UT, Itera dan Unila menyerahkan bantuan dana hibah berupa mesin pemotong rumput kepada Desa Paku untuk mendukung pengelolaan lingkungan desa.

Mesin Tusuk Sate Bambu Diaktifkan Kembali Setelah 11 Tahun

Pada Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 11.20 WIB warga dan tim penggerak Pekon Paku menggelar kegiatan uji coba mesin pembuat tusuk sate dari bambu sebagai bagian dari program pembaruan (inovasi) terhadap alat produksi yang telah lama tidak digunakan. Tim berhasil memperbarui dan mengaktifkan kembali enam unit mesin pembuat tusuk sate bambu yang tidak beroperasi selama 11 tahun, termasuk menyambungkan aliran listrik dari rumah warga terdekat guna mencukupi kebutuhan daya mesin pemotong.

Uji coba mesin pembuat tusuk sate bambu di Pekon Paku, 30 Agustus 2026

Dari enam unit mesin yang diuji coba, lima unit dinyatakan dapat berfungsi dengan baik dan digunakan secara normal, sementara satu unit masih mengalami kendala teknis akibat lamanya masa tidak terpakai dan akan menjadi tindak lanjut perbaikan berikutnya. Keberhasilan mengaktifkan kembali sebagian besar mesin ini diharapkan dapat mendorong kembali aktivitas produksi tusuk sate bambu di Pekon Paku sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Menggali Potensi UMKM Lokal Melalui Kunjungan Ke Pengrajin Topi Caping Pekon Paku

Masih Minggu, 30 Agustus 2026, Dalam kunjungan tersebut, tim melihat secara langsung aktivitas masyarakat dalam mengolah bahan menjadi bagian dari kerajinan topi caping. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa Pekon Paku memiliki keterampilan dan potensi ekonomi lokal yang dapat terus dikembangkan.

Keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk kerajinan menjadi salah satu aset penting dalam penguatan UMKM. Produk lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan keterampilan dan pengetahuan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pembuatan Topi Caping di Pekon Paku, 30 Agustus 2026

Keberadaan perajin topi caping menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dalam kerangka penguatan ekonomi masyarakat Pekon Paku. Pengembangan UMKM tidak hanya dilakukan melalui bantuan peralatan, tetapi juga melalui peningkatan keterampilan, pengembangan produk, pengemasan, pemasaran, serta perluasan akses pasar.

Dengan pengembangan yang tepat, kerajinan lokal seperti topi caping berpotensi menjadi bagian dari produk unggulan masyarakat yang dapat diperkenalkan lebih luas, sekaligus menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Sosialisasi TKA dan Bantuan untuk SDN 1 Paku

Masih Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 11.39 WIB, Itera turut ambil bagian dalam kegiatan Sosialisasi TKA yang digelar di SDN 1 Paku. Dalam kesempatan tersebut, Itera menyerahkan modul TKA sekaligus fasilitas tempat sampah kepada pihak sekolah. Kegiatan diawali dengan sambutan kepala sekolah, dilanjutkan sambutan ketua tim sosialisasi Dr. Selfiani, S.E., M.Ak., Akt., CESA., CAPM., serta sesi pretest bagi para siswa dan penyerahan plakat sebagai simbol kerja sama.

Sosialisasi TKA dan penyerahan modul asesmen di SDN 1 Paku, 29 Agustus 2026

Materi inti disampaikan oleh Dr. Rifky Fauzi, S.Si., M.Si., yang menjelaskan bahwa TKA bukan dimaksudkan untuk memberi label kepada siswa, guru, maupun sekolah, melainkan sebagai alat untuk memetakan kompetensi siswa yang masih lemah, sekaligus memahami gaya belajar setiap siswa. Ia juga menekankan bahwa literasi finansial merupakan tujuan akhir pembelajaran matematika, dengan kemampuan berhitung sebagai modal penting bagi siswa untuk membangun usaha secara mandiri di kemudian hari.

Data skor rata-rata asesmen yang dipaparkan menunjukkan skor SD berada pada kisaran 40 dan 39, SMP 38,72, dan SMA 35,29, menegaskan posisi pendidikan SD sebagai fondasi penting bagi pencapaian kompetensi siswa pada jenjang berikutnya. Di sisi teknis, pelaksanaan TKA di SDN 1 Paku masih menghadapi keterbatasan perangkat elektronik, dengan kapasitas hanya sekitar 15 siswa per sesi, sehingga menghasilkan variansi nilai yang cukup lebar antar siswa.

Penutup

Rangkaian kegiatan sosialisasi TKA, pemberdayaan PKK, dan reaktivasi mesin tusuk sate bambu ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Program PKM BKS-PTN Barat yang digagas bersama Universitas Terbuka, ITERA dan UNILA. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara perguruan tinggi negeri wilayah barat Indonesia dengan masyarakat desa, khususnya dalam mendukung kesiapan pendidikan dasar, penguatan UMKM, pengelolaan lingkungan, serta kemandirian ekonomi warga Pekon Paku. Dalam kegiatan ini, kami juga menghibahkan beberapa sarana pendukung berupa kotak sampah, modul TKA Matematika untuk SDN 1 Paku, dan mesin pemotong rumput. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi SDN 1 Paku dan menjadi awal dari Kerjasama yang baik kedepannya.