Ali Kaya, Pembunuh asal Turki yang Ingin Terus Bunuh Orang Jahat

"Hanya ada satu kebenaran yang pasti," Conan Edogawa
Konten dari Pengguna
17 Juli 2020 17:18
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ali Kaya, Pembunuh asal Turki yang Ingin Terus Bunuh Orang Jahat (489012)
zoom-in-whitePerbesar
Foto. dok. murderpedia.org
Ali Kaya adalah pembunuhan berantai Turki. Ia dijuluki "Pembunuh Babyface" yang bertanggung jawab atas sepuluh pembunuhan antara tahun 1997 hingga 2002. Ia bertanggung jawab atas tewasnya 10 korban jiwa selama masa aktifnya melakukan tindak kriminal.
ADVERTISEMENT
Dalam sejarah pembunuhan berantai di Turki, Ali Kaya melakukan kejahatan seperti pencurian, penyerangan dan pembunuhan sejak usia 17 tahun. Pada usia tersebut, Ali ditangkap polisi dan dipenjara selama dua tahun. Setelah keluar dari penjara pada tahun 1997, ia memulai tindak pembunuhan berantai.
Ali Kaya, Pembunuh asal Turki yang Ingin Terus Bunuh Orang Jahat (489013)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: murderpedia.org
Pembunuhan pertama yang ia lakukan yaitu penyerangan terhadap pamannya, Celal Kaya. Celal tewas saat sedang bekerja di kantor real estate di Kota Alanya pada tahun 1997. Ali kembali ditangkap polisi dan dihukum lima tahun penjara. Pada tahun 1999, ia mendapatkan bebas bersyarat.
Saat keluar dari penjara, ia kembali menargetkan pembunuhan.Kali ini, motif pembunuhannya adalah balas dendam atas pelecehan seksual yang dialami ibunya. Target Ali yaitu seorang pria bernama Zeynel Abidin Gumus. Selain itu, ia juga menikam tiga orang di Kota Alannya. Korban-korban Ali antara lain seorang pemilik studio bernama Dedo, dan mucikari bernama Mehmet Agri dan Firat.
ADVERTISEMENT
Ali kembali ditangkap dan ditahan di penjara Elaziq, Alanya. Saat dipenjara, Ali sempat membunuh dua sipir penjara bernama Kemal Aksakal dan Hasan Askeroglu dengan cara menusuknya. Berdasarkan kondisi di atas, akhirnya Ali dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Manisa dan didiagnosa mengidap Borderline Personality Disorders.
Ali Kaya, Pembunuh asal Turki yang Ingin Terus Bunuh Orang Jahat (489014)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: dok. alikafayan
Pada tanggal 13 Maret 2020, ia kembali membunuh teman sekamarnya yang juga pemerkosa dan pembunuhan anak bernama Ayhan Kartal. Ayhan ditusuk secara brutal di bagian tenggorokan dan perut.
Setelah kejadian tersebut, Ali ditangkap dan ditempatkan di Penjara Sanliurfa. Setelah menjadi masa tahanan selama 13 tahun, akhirnya ia dibebaskan dan tinggal di rumah orang tuanya di Gaziantep. Tidak sampai sebulan, Ali kembali membunuh seorang pria bernama Mehmet Poyraz. Pada bulan November 2013, Pasukan Kepolisian Turki terlibat baku tembak yang sengit, hingga pada akhirnya, Ali berhasil dilumpuhkan.
ADVERTISEMENT
Ali Kaya, Pembunuh asal Turki yang Ingin Terus Bunuh Orang Jahat (489015)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: dok. alikafayan
Saat diinterogasi, Ali menyatakan bahwa ia akan terus membunuh orang-orang yang dianggap sebagai musuh atau orang-orang berdosa. Dalam sebuah pernyataan, ia berniat untuk "membersihkan dunia ini dari orang-orang yang jahat dan kriminal".
Pada tanggal 5 Januari 2014, Ali berhasil melarikan diri. Selama jam kunjungan pada pukul 10.30 waktu setempat pada hari Minggu, ia tampaknya keluar dari Penjara Gaziantep bersama orang banyak. Ali dianggap oleh pihak berwenang sebagai pembunuh yang sangat berbahaya,Pasukan kepolisian melakukan perburuan besar-besaran untuk menangkap Ali. Akhirnya, Ali ditangkap oleh pasukan keamanan di pusat kota Gaziantep pada 3 Maret 2014 ketika dia melarikan diri dari rumah temannya.
Sumber: http://murderpedia.org/male.K/k/kaya-ali.htm
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020