Konten dari Pengguna

Dorothea Puente, Ibu Indekos Sadis yang Bunuh Para Penghuni Kamarnya Demi Uang

Selidik

Selidik

"Hanya ada satu kebenaran yang pasti," Conan Edogawa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Dok. Sacramento.cbs.local
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dok. Sacramento.cbs.local

Kisah pembunuhan sadis sering kali membuat kita merasa ngeri dan tidak aman. Bagaimana jadinya jika pembunuhan itu dilakukan oleh seorang ibu kos? Inilah yang terjadi di Sacramento, AS, dimana seorang nenek tua bernama Dorothea Puente, pemilik sebuah rumah kos yang terlihat sangat baik tapi ternyata adalah seorang pembunuh dan pecandu narkoba. Ia dilaporkan telah membunuh 7 orang penghuni rumah kosnya demi mendapatkan uang mereka.

Dorothea Puente, lahir di Redlands, California, pada 9 Januari 1929. Dari kecil, ia menjalani hidupnya di sebuah panti asuhan karena kedua orang tuanya yang sudah meninggal saat usianya 10 tahun. Ia menikah pertama kalinya pada usia 16 tahun dengan seorang tentara. tetapi setelah mengalami keguguran, pernikahan itupun kandas. Pernikahan keduanya terjadi pada tahun 1966 dengan seorang pria yang usianya lebih muda darinya.

Foto: CrimeMuseum

Selama hidupnya, Dorothea ternyata juga sudah memiliki beberapa riwayat kriminal. Di antaranya pada tahun 1950 ia harus mendekam selama satu tahun dipenjara atas kasus pemalsuan cek. Lalu pada tahun 1960 ia kembali dipenjara selama 90 hari atas tuduhan kasus prostitusi. Dorothea sempat bekerja sebagai seorang perawat lansia sebelum akhirnya memutuskan untuk mengelola sebuah rumah kos.

Foto: Murderpedia

Rumah kos Dorothea dikenal menerima orang-orang yang mengalami kesulitan hidup. Seperti pecandu alkohol, narkoba, atau orang lanjut usia yang mengalami depresi. Rata-rata penghuni rumah kos miliknya berumur 52 sampai 8o tahun. Dorothea juga sering meminta keterangan tentang obat-obatan yang sering dikonsumsi para penghuninya dengan alasan agar bisa berjaga-jaga. Namun siapa sangka, hal itu malah dimanfaatkanya untuk meracuni para penghuni kos dengan tujuan untuk merebut uang mereka.

Kecurigaan pertama kali muncul setelah kabar hilangnya salah satu penghuni kosnya yang bernama Alberto Montoya. Setelah menerima beberapa laporan, polisi akhirnya datang ke rumah kos Dorothea untuk melakukan penyelidikan. Saat dimintai keterangan, Dorothea mengaku bahwa sang penghuni kos yang hilang tersebut sebenarnya sedang pergi berlibur. Karena tidak mencurigakan, polisi akhirnya memperbolehkan Dorothea yang meminta izin untuk keluar sebentar dan membeli kopi. Disaat itulah Dorothea diam-diam berhasil kabur ke Los Angeles. Pada saat yang bersamaan, polisi akhirnya berhasil menemukan jenazah Alberto dan 6 orang penghuni kos lainnya yang terkubur di halaman rumah kos milik Dorothea tersebut.

Foto: Murderpedia

Saat berada di Los Angeles, Dorothea berhasil ditemukan setelah adanya salah satu laporan dari seorang pria di bar. Ia kemudian diterbangkan kembali ke Sacramento untuk menjalani persidangan. Dorothea didakwa atas 9 kasus pembunuhan yang 7 di antaranya adalah pembunuhan pada penghuni rumah kosnya. Ia mengaku melakukan semua itu untuk mendapatkan lebih banyak uang demi memuaskan hasratnya pada narkoba. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan persidangan yang panjang, pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada nenek sadis itu. Dorothea dikabarkan telah meninggal dalam selnya pada 27 Maret 2011 karena sakit.

Sumber :

https://murderpedia.org/female.P/p/puente-dorothea.htm