Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.0
6 Ramadhan 1446 HKamis, 06 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Francisco Antonio Laureana, Membunuh dan Memerkosa Setiap Hari Rabu dan Kamis
29 Juni 2020 14:45 WIB
Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pada tahun 1975, Kota Buenos Aires di Argentina mengalami fase ketakutan yang cukup mendalam bagi kaum wanita. Di kota tersebut, pembunuh berantai terus berkeliaran memburu dan memerkosa wanita muda setiap hari Rabu dan Kamis.
ADVERTISEMENT
Pelaku biadab tersebut bernama Francisco Antonio Laureana. Laureana adalah pemerkosa dan pembunuh berantai dari Argentina yang cukup terkenal pada masa itu. Selama masa kejahatannya, ia telah memperkosa dan membunuh 15 perempuan muda, di hari yang sama pada pukul enam sore.
Latar belakang Laureana ialah seorang seminaris di sekolah agama Khatolik Kota Buenos Aires. Menurut analisis kepolisian kota, Laureana diyakini melakukan tindak kejahatan pertamanya di sekolah tersebut.
Dia bertanggung jawab atas kasus pemerkosaan dan menggantung seorang siswa wanita di tangga sekolah. Untuk menutupi kejahatannya, ia kabur dari kejaran polisi dan pindah ke San Isidro.
Di kota tersebut, Laureana bekerja sebagai pengrajin aksesoris seperti anting-anting, gelang dan kalung. Dalam masa pelarian tersebut, dia juga menikahi seorang wanita dan memiliki tiga anak.
Selama masa pelarian itu juga, Laureana tetap melakukan tindakan pemerkosaan dan pembunuhan sesuai waktu yang telah ditentukan. Setiap hari Rabu dan Kamis pada pukul 6 sore, seorang wanita menghilang dan mayat mereka ditemukan beberapa jam kemudian.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan proses autopsi, ditemukan tanda-tanda pelecehan dan kekerasan. Selain itu, pelaku melakukan dua metode pembunuhan, yaitu dicekik atau ditembak menggunakan pistol kaliber. Untuk memilih korban, Laureana biasanya memilih wanita yang sedang berada di stasiun maupun terminal.
Laureana juga mencuri barang-barang berharga miliki korban seperti cincin, gelang dan rantai, walau barang tersebut tidak pernah dijual. Barang-barang tersebut disimpan di rumahnya untuk dijadikan cinderamata.
Kasus Laureana akhirnya terbongkar setelah proses pembunuhan terakhirnya dilihat oleh seorang pria. Pria tersebut selamat dari incaran senjata api yang diarahkan Laureana terhadap dirinya.
Pria tersebut juga akhirnya menjadi saksi kunci dan polisi mulai bergerak untuk mencari keberadaan Laureana. Pada tanggal 27 Februari 1975 seorang gadis yang menjadi incaran Laureana mengenali pembunuh tersebut dan langsung melaporkan kepada pihak berwenang.
ADVERTISEMENT
Polisi yang mengejar Laureana setelah mendapatka akhirnya mendapatkan tembakan langsung dari pembunuh tersebut. Setelah melakukan baku tembak, akhirnya Laureana tersebut di dalam kandang ayam dan mendapatkan serangan gigitan dari seekor anjing. Walau sudah terjepit, Laureana tetap melawan dan akhirnya timah panas polisi menghentikan hidupnya untuk selamanya.
Sumber: http://murderpedia.org/male.L/l/laureana-francisco.htm