Fritz Haarmann, Tukang Jagal yang Memutilasi Manusia lalu Menjual Dagingnya

"Hanya ada satu kebenaran yang pasti," Conan Edogawa
Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fritz Haarmann adalah seorang pembunuh berantai yang berasal dari Jerman. Ia dikenal dengan julukan Jagal Hanover atau manusia serigala. Dalam catatan kriminalnya, ia melakukan penyerangan seksual, pembunuhan, mutilasi, dan pemotongan kepada 24 laki-laki muda antara tahun 1918 hingga 1924. Istilah manusia serigala atau vampir sering kali disematkan kepada Haarmann karena metode pembunuhan yang paling ia sukai adalah dengan menggigit atau melalui tenggorokan korbannya.
Pada tahun 1920-an, Haarmann dikenal sebagai penjual daging yang sukses dan dicintai oleh ibu-ibur rumah tangga. Ia dikenal karena menjual persediaan daging dengan harga miring. Tapi siapa sangka, daging tersebut dijual murah karena berasal dari daging manusia, daging dari korban mutilasi yang ia lakukan.
Haarmann lahir pada tahun 1879 di Hannover, Jerman. Sejak kecil, ia suka bermain boneka, memakai gaun, menghindari teman-temannya, terutama laki-laki. Akibat perilakunya tersebut, ayahnya memaksakan anaknya untuk berperilaku layaknya anak laki laki pada umumnya. Salah satunya adalah memaksa Haarmann untuk masuk ke sekolah militer di Kota Breisach, Jerman. Saat bersekolah di sana, ia juga diidentifikasi mengidap epilepsi. Setelah penyakitnya terdeteksi, ia dikeluarkan dari sekolah.
Selanjutnya, ia bekerja di pabrik cerutu ayahnya selama setahun sebelum melakukan kejahatan pertamanya, yaitu melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki. Ia ditangkap, didakwa dan dikirim ke rumah sakit jiwa. Akan tetapi, ia kabur dari rumah sakit dan menyebrang menuju Swiss. Di negara tersebut, ia sempat bertunangan dengan seorang wanita muda bernama Erna Loewert. Namun, pertunangan yang berumur pendek gagal ketika Loewert hamil dan dia kembali ke Jerman pada tahun 1900 untuk menyelesaikan dinas wajib militernya. Pada tahun 1913, ia menjalani hubungan sejenis dan tinggal bersama dengan pasangannya yang bernama Hans Grans. Hans Grans pada akhirnya menjadi kaki tangan Haarmann dalam melakukan aksi kriminalnya.
Pembunuhan dan pemerkosaan besar-besaran dilakukan Haarmann pada tahun 1923. Ia sering kali membunuh lelaki muda maupun PSK laki-laki yang ditemui di sekitar stasiun kereta api pusat Hanover. Salah satu pembunuhan yang terkenal adalah ketika dua anak yang bermain di Sungai Leine menemukan tengkorak manusia, pada 17 Mei 1924. Dua minggu kemudian, tengkorak kedua ditemukan tak jauh dari tempat penemuan pertama. Kerangka tersebut juga diidentifikasi sebagai mayat laki-laki muda berusia 18 hingga 20 tahun. Tak lama kemudian, dua anak laki-laki yang bermain di lapangan dekat desa Döhren menemukan sebuah karung berisi banyak tulang manusia.
Selama lebih dari setahun sebelum penemuan ini, rumor telah beredar di Hannover tentang nasib anak-anak dan remaja yang dilaporkan hilang di kota. Penemuan tersebut memicu rumor baru tentang anak-anak yang hilang dan dibunuh. Selain itu, berbagai surat kabar menanggapi penemuan ini dan desas-desus yang dihasilkan dengan menyebut jumlah anak muda yang tidak proporsional yang dilaporkan hilang di Hannover antara tahun 1918 dan 1924.
Pada tanggal 8 Juni, beberapa ratus penduduk Hanover berkumpul di dekat Sungai Leine dan menggeledah tepi sungai dan daerah sekitarnya, menemukan sejumlah tulang manusia, yang diserahkan kepada polisi. Menanggapi penemuan terbaru tersebut, polisi memutuskan untuk menyisir seluruh bagian sungai yang mengalir melalui pusat kota. Dengan melakukan itu, mereka menemukan lebih dari 500 tulang manusia lagi.
Kecurigaan polisi langsung terarah kepada Haarmann. Polisi mengidentifikasi ia sebagai seorang homoseksual yang telah mengumpulkan 15 hukuman sebelumnya.Pada malam 22 Juni, Haarmann diamati oleh dua petugas yang menyamar berkeliaran di stasiun pusat Hanover. Dia segera diamati berdebat dengan seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Karl Fromm, kemudian mendekati polisi dan bersikeras mereka menangkap pemuda tersebut dengan tuduhan bepergian dengan dokumen palsu. Setelah penangkapannya, Fromm memberi tahu polisi bahwa dia telah tinggal bersama Haarmann selama empat hari, dan bahwa dia telah berulang kali diperkosa oleh penuduhnya, kadang-kadang saat pisau ditancapkan di tenggorokannya. Haarmann ditangkap keesokan paginya dan didakwa melakukan pelecehan seksual.
Setelah ditangkap, apartemen Haarmann Rote Reighe digeledah. Polisi menemukan fakta bahwa dinding apartemen Haarmann banyak berlumuran darah. Haarmann sempat berkilah bahwa darah tersebut adalah bekas daging sapi yang ia potong. Polisi juga menanyakan aktivitas Haarmann kepada tetangga. Mereka menyatakan bahwa lelaki muda yang berbeda sering kali berkunjung ke apartemennya.
Titik balik terjadi ketika, pada 29 Juni, pakaian, sepatu bot, dan kunci yang ditemukan dan disimpan di apartemen Haarman. Barang tersebut diidentifikasi sebagai milik Robert Witzel, (18) yang hilang. Akibat kasus ini, Harman mengaku telah memperkosa, membunuh, dan memutilasi banyak pria muda dalam apa yang awalnya dia gambarkan sebagai "gairah seksual yang gila". Dalam pengakuannya, Haarmann tidak pernah benar-benar bermaksud untuk membunuh salah satu korbannya, tetapi nafsu yang dimiliki membuatnya tak tertahankan untuk melukai korbannya.
Selain membunuh, Haarmann juga memutilasi korban-korbannya, lalu memisahkan menjadi tiga potong, yaitu tulang rusuk, bahu dan tengkorak. Ia juga membuat bagian organ dalam korban berbentuk seperti dadu. Bagian kepala adalah bagian yang paling terakhir dipotong. Biasanya, Haarmann seringkali memisahkan tempat pembuangan mayat antara bagian tengkorak dan badan.
Ketika ditanya berapa banyak korban yang dia bunuh, Haarmann mengklaim, "Antara 50 dan 70." Polisi, hanya bisa menghubungkan Haarmann dengan hilangnya 27 pemuda, dan dia didakwa dengan 27 pembunuhan.
Pada 19 Desember 1924, pengadilan memutuskan bahwa Haarmann dinyatakan bersalah atas 24 dari 27 pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati dengan pemenggalan. Hukuman sama juga diberikan kepada teman prianya, Hans Grans. Hans Grans sempat mengajukan banding, walau upaya tersebut ditolak pada 6 Februari 1925. Haarmann dieksekusi pada tanggal 15 April 1925 pukul enam pagi. di halaman penjara Hannover.
Sumber: https://allthatsinteresting.com/fritz-haarmann
