Konten dari Pengguna

Javed Iqbal, Pria Sadis yang Divonis Hukuman Mati: Disiksa hingga Dimutilasi

Selidik

Selidik

"Hanya ada satu kebenaran yang pasti," Conan Edogawa

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Dok. boombastis
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dok. boombastis

Javed Iqbal adalah seorang pria asal pakistan yang telah membunuh setidaknya 100 anak laki-laki. Entah kenapa dia bisa tega melakukan aksi sadis pembunuhan berantainya tersebut, yang jelas dirinya pantas untuk mendapatkan hukuman mati.

Javed Iqbal lahir di Lahore 1956 , Punjab, Pakistan. Ia merupakan putra keempat dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Mohammad Ali Mughal,adalah seorang pedagang yang kaya raya. Javed sudah terbiasa menekuni dunia bisnis dari dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah atas, hingga akhirnya ia mendirikan bisnis pembuatan baja di salah satu rumah dan tinggal di sana bersama anak laki-lakinya.

Pembunuhan Sadis

Javed telah melakukan pembunuhan sadis kepada ratusan anak laki-laki di kota tempat ia tinggal. Sebagai orang kaya di daerahnya, tentunya mudah untuk Javed melakukan apa saja yang ia mau termasuk merayu anak-anak. Dengan begitu, dia akan mudah memengaruhi anak-anak di sana untuk mau diajak ke rumahnya. Korbannya kebanyakan adalah anak laki-laki yang berasal dari keluarga miskin atau yang sering bermain keluar rumah.

Biasanya korban yang tergiur ajakannya akan diajak bersenang-senang terlebih dahulu seperti dibelikan makan atau dibelikan baju. Setelah sampai dirumah, mereka akan diminumi obat tidur hingga tidak sadarkan diri. Setelah korban tidak sadar, Javed akan melakukan tindakan asusila sambil merekam penyiksaan terhadap anak tersebut sampai puas lalu membunuhnya dengan cara yang sangat sadis.

Foto; Murderpedia

Para korban kebanyakan ditemukan dengan keadaan yang sangat mengerikan. Tubuh mereka dipotong-potong menjadi beberapa bagian lalu dimasukkan ke dalam sebuah gentong yang berisikan cairan larutan hydrochlorid acid. Larutan tersebut bersifat korosif sehingga apa saja yang dimasukkan ke dalamnya akan hancur termasuk tubuh dan tulang-belulang manusia. Setelah korbannya hancur, Javed membuangnya ke saluran pembuangan. Hal inilah yang membuatnya mampu untuk menghilangkan barang bukti.

Penangkapan dan Vonis Hukuman

Usai ditangkap dan sempat mengelak, Javed akhirnya mengaku pada polisi kalau dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap 100 anak laki-laki dengan usia berkisar 6 hingga 16 tahun. Di rumahnya, polisi dan wartawan menemukan noda darah di dinding dan lantai dengan rantai yang diklaim Javed sebagai tempat eksekusi para korbannya. Dua gentong berisikan cairan asam dengan sisa-sisa tubuh manusia juga berhasil ditemukan.

Foto : Murderpedia

Setelah menjalani sidang pengadilan, Javed dinyatakan bersalah dan dijatuhkan hukuman mati, di mana dirinya akan dibunuh dengan cara yang persis sama dengan cara ia membunuh para korbannya. Yaitu disiksa, dimutilasi, dan dimasukkan ke dalam gentong berisi cairan asam hingga tubuhnya hancur. Dan hukuman mati itu harus disaksikan oleh keluarga dari para korban yang telah dibunuhnya. Tetapi, suatu hal mengejutkan kemudian terjadi. Belum sempat menjalankan hukuman mati tersebut, Javed ditemukan telah tewas bunuh diri didalam sel penjaranya.

Sumber :

https://murderpedia.org/male.I/i/iqbal-javed.htm