Konten dari Pengguna

Kisah John Wayne Gacy, Badut Pembunuh 33 Anak Laki-laki

Selidik

Selidik

"Hanya ada satu kebenaran yang pasti," Conan Edogawa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Dok. Screengreek
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dok. Screengreek

Jika mendengar kisah tentang badut pembunuh rasa-rasanya hal itu hanya terjadi di film saja, seperti contohnya karakter Penny Wise dalam film IT yang suka memangsa anak-anak kecil. Tapi apa jadinya jika badut pembunuh itu benar-benar ada di dunia nyata?

Ya, dia benar-benar nyata. Seorang pria bernama John Wayne Gacy yang berprofesi sebagai badut menjelma menjadi pembunuh berantai yang telah menghabisi nyawa 33 anak laki-laki.

Siapa sebenarnya sosok badut pembunuh itu?

Foto: Murderpedia

Namanya John Wayne Gacy, ia lahir di Chicago,AS, pada 17 Maret 1942. Masa kecilnya penuh dengan kenangan buruk di mana sang ayah yang sering menyiksanya karena dirinya dianggap sering berperilaku seperti anak perempuan. John juga mengalami obesitas yang membuatnya mengalami masalah jantung, ketika berumur 11 tahun ia pernah dinyatakan mengalami pembekuan darah di otaknya, namun berhasil sembuhkan.

Saat remaja, John juga menyadari bahwa dirinya adalah penyuka sesama jenis, tetapi ia memilih untuk merahasiakan hal tersebut. Pada tahun 1964, ia menikah dengan seorang wanita bernama Marlynn Myers dan memiliki 2 orang anak. Pernikahan mereka kelihatan baik-baik saja, tapi dibalik semua itu John sebenarnya sering melakukan tindak asusila pada beberapa remaja laki-laki yang di antaranya pernah ia pekerjakan. Setelah aksinya itu akhirnya berhasil terbongkar, sang istri menceraikannya dan John menerima hukuman penjara 10 tahun tetapi kemudian mendapatkan pembebasan bersyarat di tahun ke-2.

Foto: Muderpedia

Seusai keluar dari penjara, John memulai karier nya menjadi seorang badut penghibur. Ia bergabung dengan sebuah klub bernama Jolly Joker dan belajar bagaimana caranya menjadi seorang badut penghibur mulai dari cara berpakaian dan berdandan. Ia kemudian membuat karakter badutnya sendiri yang dinamainya Pogo The Clown.

Pogo The Clown sukses menjadi badut yang disukai masyarakat, ia sering diundang ke acara-acara partai dan acara amal, bahkan ia juga pernah tampil disalah satu bar terkenal di Norwood Park. Tapi siapa sangka dibalik pekerjaan nya sebagai badut yang menghibur, ia malah menjelma menjadi sesosok badut pembunuh yang keji.

Foto: Murderpedia

Setelah bercerai, John akhirnya memiliki rumahnya sendiri, dan disitulah ia banyak menyimpan jasad para korbannya. Beberapa ada juga yang ia buang ke sungai. Korbannya kebanyakan adalah anak-anak dan remaja laki-laki. John bahkan sempat beberapa kali berpartisipasi dalam pencarian anak hilang tanpa menimbulkan kecurigaan sedikitpun.

Foto: Murderpedia

Perbuatan keji John akhirnya berhasil terungkap pada 22 Desember 1978 saat dirinya baru saja melakukan pembunuhan ke 33 nya. John mengaku bahwa dirinya sudah melecehkan dan membunuh 33 anak laki-laki di mana ia menyimpan 29 jasad korbannya di rumahnya. Pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman mati walaupun John sempat keberatan akan keputusan tersebut.

Ia akhirnya menghabiskan 14 tahun hidupnya dipenjara sebelum akhirnya di hukum mati. Kabarnya John meminta satu bakul ayam goreng KFC sebagai makan malam terakhirnya sebelum dieksekusi mati.

Sumber :

https://allthatsinteresting.com/john-wayne-gacy

https://murderpedia.org/male.G/g1/gacy-john-wayne.htm