Marti, si 'Vampir' yang Tega Membunuh Anak Jalanan demi Meminum Darah Mereka

"Hanya ada satu kebenaran yang pasti," Conan Edogawa
Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang menyangka bahwa dari kemegahan Kota Barcelona, Spanyol, ternyata memiliki rentetan sejarah kelam yang menyelimutinya. Salah satu di antaranya ialah kasus Entiqueta Marti, seorang wanita kejam yang mengaku penyihir yang tega membunuh anak-anak jalanan. Setidaknya dari semua pembunuhan yang dilakukan, Marti telah membunuh 12 anak selama masa hidupnya.
Tak hanya dikenal sebagai penyihir, Marti diketahui banyak orang sebagai Vampire The Raval. Marti tercatat aktif melakukan kejahatannya selama 13 tahun, yakni antara tahun 1900-1912. Laporan kepolisian yang dikutip Cloud Killers menyebutkan, bahwa korban Marti dikonfirmasi sebanyak 12 korban dan diprediksi semua korbannya ialah anak-anak.
Dengan begitu Marti lantas disebut sebagai pembunuh berantai paling aktif di Spanyol, dan beberapa negara tetangga.
Marti diketahui lahir pada 12 Februari 1868 di Sant Feliu de Llobregat. Ia juga wanita heteroseksual yang kemudian mengalami masa-masa kelam sejak ia berpisah dengan suaminya.
Sejak awal tahun 1900, ia melakukan kejahatannya untuk bertahan hidup. Dengan berinisiatif mendirikan rumah bordil, ia berhasil untuk memikat perhatian beberapa orang kaya di Spanyol.
Hal tersebut dilakukan lantaran bisnis esek-esek kala itu paling menjanjikan. Bahkan beberapa di antara pemesan kerap meminta bantuannya untuk memiliki anak. Maka dari itu, Marti yang sedari awal mencium adanya kesempatan, berniat bertahan hidup dengan mendirikan sebuah rumah bordil.
Untuk mendapatkan korban, Marti diceritakan kerap memakai pakaian lusuh dan compang-camping. Di siang hari ia sering mengunjungi kota-kota miskin. Ketika ia menemukan anak-anak tanpa pendamping, lantas ia segera menculik dan membawanya ke rumah bordil.
Bahkan, Marti pun kerap bergabung dalam antrian pemberian amal di setiap biara. Dengan begitu, ia akan lebih mudah memantau anak-anak yang pada saat itu baru kehilangan kedua orang tua mereka.
Di saat yang sama Marti juga dikabarkan melakukan praktik ilmu hitam. Ia mengklaim bahwa dirinya telah meminum darah anak-anak untuk menyembuhkan penyakit tuberkulosis. Menjual dan menawarkan krim anti penuaan, dengan bahan sisa dari anak-anak yang ia bunuh. Ironisnya orang-orang kaya pada saat itu percaya, bahkan berani membayar mahal untuk pengobatan ini.
Baru pada 27 Februari 1912 Marti tertangkap di usia 44 tahun. Ia pun divonis penjara seumur hidup, dan dinyatakan meninggal pada 27 Mei 1913, akibat diganggu dan dibunuh oleh narapidana lain.
Sumber: https://killer.cloud/serial-killers/show/98/enriqueta-marti
