Konten dari Pengguna

Velma Barfield, Nenek Pembunuh yang Meracuni Para Suaminya

Selidik

Selidik

"Hanya ada satu kebenaran yang pasti," Conan Edogawa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: dok. allthatinteresting.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto: dok. allthatinteresting.com

Velma Barfield menjadi perpinbingancan besar bagi masyarakat yang meminati isu kriminalitas. Ia dikenal sebagai wanita pertama yang dieksekusi mati di Amerika sejak tahun 1962 dan wanita pertama yang dihukum mati sejak penerapan kembali vonis tersebut pada tahun 1976. Velma juga wanita pertama AS yang dieksekusi menggunakan suntikan mematikan

Velma dilahirkan pada tanggal 23 Oktober 1932 di North Carolina, gadis tertua dan kedua dari sembilan bersaudara. Dia mengklaim ayahnya telah memukuli dan memperkosanya dan saudara perempuannya. Akan tetapi, hal tersebut masih diperdebatkan oleh kerabat lainnya. Velma keluar dari sekolah sejak usia 11 tahun. Pada usia 19 tahun, ia memiliki dua anak dari suami pertamanya, Thomas.

Foto: dok. allthatinteresting.com

Awalnya, pernikahan mereka bahagia dan terlihat seperti keluarga yang normal. Semua mulai memburuk ketika Thomas mengalami cedera kepala dalam kecelakaan mobil pada tahun 1966. Kecelakaan tersebut membuatnya tidak bisa bekerja. Velma akhirnya bekerja di sebuah toko untuk memenuhi kebutuhan dan mendukung keluarga.

Thomas secara drastis berubah menjadi pecandu alkohol dan Velma mulai menggunakan obat anti-depresi dan obat penenang untuk membuatnya melalui tekanan sehari-hari. Akhirnya dia mengalami gangguan dan menjadi kecanduan berbagai obat-obatan.

Foto: dok. tostpost.com

Thomas meninggal pada tahun 1969 dalam kebakaran rumah. Beberapa orang menyatakan bahwa kematian tersebut disengaja. Setelah Thomas meninggal, Velma menikah lagi pada tahun 1970 dengan Jennings Barfield. Akan tetapi, Barfield meninggal enam bulan berselang akibat keracunan arsenik.

Pada tahun 1977, Velma menjalin hubungan dengan duda yang berprofesi sebagai petani tembakau, Stuart Taylor. Selama bersama Taylor, ia memanfaatkan uang Taylor untuk membayar obat-obat penenang yang membuatnya kecanduan.

Taylor mulai curiga atas uang yang digunakan kekasihnya. Velma yang mulai takut ketahuan akhirnya meracuni minuman Taylor menggunakan racun tikus dan arsenik. Taylor pun keracunan, sakit kronis beberapa hari, hingga akhirnya ia tewas di rumah sakit.

Foto: dok. pinterest.com

Kecurigaan rumah sakit muncul saat Velma membawa Taylor dalam kondisi yang sudah parah ke rumah sakit, bukan sejak awal mula Taylor keracunan. Akhirnya, rumah sakit sepakat melakukan otopsi dan menemukan bahwa Taylor tewas akibat keracunan arsenik.

Kepolisian pun langsung bergerak dan menemukan racun tikus beserta arsenik yang telah diidentifikasi dari hasil otopsi. Velma ditangkap atas pembunuhan terhadap Taylor.

Foto: dok. serialkillercalendar.com

Dalam proses penyeledikan, Velma mengaku telah membunuh ibunya pada tahun 1974 beserta dua pembantu rumah tangga. Velma mengincar harta warisan dari ibunya. Velma juga membunuh tiga suaminya sekaligus mengambil harta warisan. Walaupun begitu, Velma tidak mengakui membunuh Thomas, suami pertamanya.

Pengadilan North Carolina memvonis Velma dengan hukuman mati, dengan cara di suntik. Selama menunggu jadwal eksekusinya, ia ditahan di Penjara Pusat Raleigh, North Carolina. Ia dieksekusi pada tanggal 2 November 1984.

Sumber: http://murderpedia.org/female.B/b/barfield-velma.htm