News
·
26 Juli 2020 12:03

Zhang Yongming, Kanibal yang Menjual Daging Manusia di Pasar Desa

Konten ini diproduksi oleh Selidik
Zhang Yongming, Kanibal yang Menjual Daging Manusia di Pasar Desa (366572)
searchPerbesar
Foto: dok. pinterest.com
Zhang Yongming adalah seorang pembunuh berantai asal Tiongkok yang bertanggung jawab atas pembunuhan dan kanibalisme 12 pria antara Maret 2008 hingga April 2012.
ADVERTISEMENT
Kepolisian Jinning meyakini bahwa Zhang telah memutilasi korbannya dan memberikan daging-daging manusia tersebut kepada anjing-anjingnya. Selain itu, Zhang juga menjual bagian-bagian lainnya di pasar lokal dan mengaku ke penjual bahwa daging tersebut adalah daging burung unta.
Catatan kriminal Zhang telah ada sejak tahun 1979. Ia pernah dijatuhi hukuman mati akibat pembunuhan dan mutilasi. Akan tetapi, pengacara berhasil meyakinkan hakim bahwa pembunuhan tersebut murni tidak disengaja. Ia dibebaskan pada September 1997 dan tinggal di Desa Nanmen, Jincheng, Distrik Jinning.
Zhang Yongming, Kanibal yang Menjual Daging Manusia di Pasar Desa (366573)
searchPerbesar
Foto: dok.murderpedia.org
Pada awal Mei 2012, Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok mengirim tim penyelidik ke Provinsi Yunnan setelah laporan media tentang remaja yang hilang di daerah tersebut. Salah satu orang yang hilang, seorang anak laki-laki berusia 19 tahun, diidentifikasi sebagai Han Yao, dipastikan telah dibunuh.
ADVERTISEMENT
Penyelidikan menunjukkan bahwa seorang pembunuh berantai yang diduga mulai menyerang laki-laki yang berjalan di jalan dekat rumah Zhang mulai tahun 2008. Setelah pembunuhan, diduga bahwa Zhang menggunakan berbagai cara membuang mayat, termasuk pemotongan, pembakaran dan penguburan, untuk menghancurkan bukti.
Zhang berhasil ditangkap setelah ia gagal membunuh seorang anak laki-laki yang berusia 17 tahun. Walaupun dicekik, remaja tersebut berhasil berteriak dan memancing perhatian penduduk desa. Polisi pun menangkap Zhang setelah insiden tersebut. Polisi sempat melepaskan Zhang setelah diyakinkan bahwa ia sedang bermain dengan bocah tersebut. Zhang diidentifikasi oleh polisi sebagai orang gila.
Zhang Yongming, Kanibal yang Menjual Daging Manusia di Pasar Desa (366574)
searchPerbesar
Foto: dok. murderpedia.org
Akan tetapi, penduduk desa Zhang mengatakan bahwa mereka melihat kantong plastik tergantung di rumahnya dengan tulang yang tampak menonjol. Saat memasuki rumah Zhang, polisi melaporkan menemukan bola mata manusia tersimpan dalam botol dan daging manusia yang sudah dikeringkan. Lebih lanjut, diduga bahwa Zhang memberi makan daging anjingnya dari beberapa korbannya serta menjualnya di pasar lokal, menyebutnya "daging burung unta".
ADVERTISEMENT
Total pembunuhan yang dilakukan oleh Zhang yaitu 12 anak laki-laki. Sedangkan kepolisian hanya memproses 11 pembunuhan. Zhang tidak menunjukkan penyesalan di pengadilan dan menolak untuk meminta maaf kepada keluarga korban. Pengadilan Menengah Rakyat Kunming akhirnya memvonis Zhang bersalah dengan hukuman mati. Hukuman mati dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2013.
Zhang Yongming, Kanibal yang Menjual Daging Manusia di Pasar Desa (366575)
searchPerbesar
Foto: dok. murderpedia.org
Pembunuhan yang dilakukan Zhang juga berdampak terhadap kepolisian Jinning. Dua belas petugas polisi dihukum karena melalaikan tugas. Hukuman tersebut termasuk kepala polisi Jinning, Da Qiming, dan Zao Huiyun, kepala kantor polisi Jincheng. Mereka diberhentikan dari kantor dan dimutasi.
Sebelumnya, kepolisian sempat dikritik karena terlalu lama mengincar Yongming, yang sebelumnya menjalani 18 tahun penjara karena pembunuhan yang melibatkan mutilasi tubuh. Polisi lamban menggeledah rumah Yongming atau bahkan menanyakan ketika setidaknya 20 orang hilang di atau sekitar Kunming sejak 2007.
ADVERTISEMENT
Sumber: http://murderpedia.org/male.Y/y/yongming-zhang.htm
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020