Konten dari Pengguna

Penerapan Budaya Politik Di Sekolah

Sella Andini

Sella Andini

Mahasiswa universitas pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sella Andini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar diambil oleh Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Gambar diambil oleh Penulis

Politik yaitu suatu aktivitas dalam sebuah negara yang dibuat, dipelihara dan digunakan masyarakat untuk menegakkan hukum peraturan yang ada di dalam lingkup negara tersebut. Dengan kata lain politik itu sangat berhubungan dengan ilmu ketatanegaraan.

Di dalam dunia pendidikan, politik juga di ajarkan oleh guru kepada muridnya guna membiasakan siswa hidup berpolitik dan mengenal politik yang ada di Indonesia. Sebagaimana bahwasannya para peserta didik yang sekarang sedang belajar akan menjadi penerus bangsa yang akan membangun Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.

Budaya politik yang diajarkan guru kepada muridnya guna memberi dorongan kepada siswa agar ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan bersama untuk para siswa di sekolah tersebut. Budaya politik yang harus ditanamkan dalam diri peserta didik yaitu Budaya politik partisipatif yang artinya siswa di minta untuk aktif dalam menyuarakan pendapat demi kepentingan bersama.

Contoh penerapan budaya politik di sekolah menurut saya antara lain yaitu:

1. Pemilihan ketua osis

Pemilihan ketua osis sudah pasti diadakan setiap satu tahun sekali. Dengan mengikuti kegiatan pemilihan ketua osis kita berarti sudah menerapkan budaya politik di sekolah.

Gambar diambil Oleh Penulis

2. Pemilihan ketua kelas

Dalam pemilihan ketua kelas biasanya di pilih hanya satu kali ketika awal masuk kelas. Sama hal nya seperti pemilihan ketua kelas, dalam pemilihan ketua kelas kita juga wajib memilih salah satu dari teman kita untuk menjadi pemimpin yang akan memimpin kelas.

3. Mengikuti kegiatan keorganisasian di sekolah

Dengan mengikuti organisasi yang ada disekolah kita berarti sudah menerapkan budaya politik di sekolah. Dengan berbagai organisasi yang ada setidaknya kita memilih satu organisasi yang kita anggap bisa membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik.

4. Tidak golput dalam pemilihan pengurus kelas

Dalam pemilihan pengurus kelas kita sangat tidak diperbolehkan untuk golput karena hal itu sangat tidak mencontohkan sikap politik yang baik. Kita harus dapat memilih salah satu teman kita untuk menjadi pengurus kelas seperti bendahara ataupun sekertaris kelas.

5. Aktif menyuarakan aspirasi siswa

Dalam kelas kita diminta untuk berani berpendapat, berani bersuara. Kita dilatih untuk lebih berpikir kritis dan bertanggung jawab dengan pendapat kita. Dengan kita aktif menyuarakan pendapat kepada guru, teman, dan organisasi kita sama saja sudah menerapkan budaya politik di lingkungan sekolah.

6. Ikut aktif berpasrisipasi dalam musyawarah atau forum diskusi di lingkungan sekolah

Dalam suatu organisasi biasanya sering sekali diadakan rapat untuk membahas suatu permasalahan ataupun kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam menerapkan budaya politik di sekolah, kita diminta untuk ikut berpartisipasi dalam forum diskusi serta mengeluarkan pendapat demi mencapai tujuan yang ingin dicapai.

7. Ikut serta mengawasi pelaksanaan tata tertib di sekolah

Sebagai siswa kita ada kewajiban untuk mengikuti peraturan yang ada disekolah. Dengan kita mengikuti peraturan sekolah dan membantu guru menjaga ketertiban di lingkungan sekolah maka kita sudah dikatakan menerapkan budaya politik di sekolah.

Dengan penerapan budaya politik di lingkungan sekolah bertujuan agar siswa mampu melakukan kegiatan politik di lingkungan masyarakat dan negara dengan benar sesuai norma yang berlaku.

Nama Penulis: Sella Andini Aliefia

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Manajemen Pendidikan Islam