Kurangnya Kesadaran Masyarakat dalam Memilah Sampah Plastik

Wardah Brand Ambassador Campus
Tulisan dari Sella Tresnasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini sampah masih menjadi permasalahan utama dalam lingkungan. Baik itu di rumah, di daerah, bahkan di dunia. Terutama mengenai sampah plastik yang tidak dapat terurai. Bahkan dilaut masih banyak sampah plastik yang berserakan dan tertulis bahwa sampah plastik itu sudah sejak belasan bahkan puluhan tahun yang lalu.
Padahal Pemerintah pun telah menetapkan peraturan mengenai pengelolaan sampah dan juga dalam mengurangi sampah. Namun masih kurangnya kesadaran manusia dalam mengelola lingkungan terutama dari sampah plastik. Saya sering melihat masih banyak warga yang menghiraukan akan sampahnya, jangankan untuk mengelola sampahnya, untuk membuang sampah pun ke tempatnya sepertinya enggan dilakukan, seperti sangat susah mungkin bagi mereka untuk menjangkau tempat sampah, jika kita tidak dapat menjangkau tempat sampah alangkah baiknya kita simpan sampah kita dengan baik dan buanglah ketika kita menemukan tempat sampah terdekat atau kita juga bisa membuangnya di rumah. Padahal hal itu sangat mendasar tetapi efeknya sangat besar dan sangat penting. Ketika banjir melanda manusia banyak yang mengeluh padahal salah satu penyebab hal ini disebabkan ulah manusia sendiri.
Cobalah mulai dari sekarang kita lakukan hal hal kecil yang membuat efek besar untuk kedepannya, mulai dari membuang sampah pada tempatnya serta memilah mana sampah yang dapat terurai mana yang tidak dan mengurangi sampah plastik. Selain itu kita juga bisa menerapkan life cycle thinking, maksudnya yaitu sebelum kita membeli sesuatu coba dipikiran mengenai kegunaan sampai sampahnya itu. Dengan hal itu kita bisa meminimalisir penggunaan sampah plastik atau bahkan sampah yang lainnya.
Namun terkadang dikehidupan sehari-hari yang sering saya alami itu adalah pandangan orang lain kepada kita yang peduli lingkungan. Contoh, berbelanja membawa kantong sendiri agar tidak menggunakan kantong plastik. Masih aja ada sebagian orang yang memandang "buat apa pake yang begituan kan dikasih keresek nanti juga" nah hal itu lah yang terkadang membuat kita juga merasa insecure padahal yang kita lakukan itu sangat berpengaruh untuk masa depan. Disini lah mengapa saya bilang kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.
Kemarin pada Selasa 16 November 2021, Kumparan mengadakan Virtual Talk yaitu Plastik dan Evolusi Perilaku Manusia yang dihadiri narasumber yang sangat inspiratif diantaranya Tara de Thouars, Maya Tamimi, Ir. Medrilzam, MPE, Ph.D, Dr. Arie Sujito, dan Dr. Yosefina Anggraini. Dari virtual talk ini banyak sekali pesan yang disampaikan mengenai pemilahan sampah. Betapa pentingnya pemilahan sampah untuk masa depan agar bumi tetap sehat.
Yuk mulai dari sekarang cobalah lebih peduli dengan lingkungan karena kalo bukan kita siapa lagi. Bagaimana nanti kehidupan anak cucu kita dimasa mendatang, jangan sampai mereka terkena dampaknya karena kelalaian kita dimasa sekarang. Cobalah turunkan gengsi kita terhadap pengelolaan sampah, tidak usah malu justru yang harus malu kalo kita masih acuh dalam membiarkan sampah.
