Konten dari Pengguna

Sejarah Upacara "Kematian" Ma'Nene: Tradisi Adat Mayat Berjalan di Tana Toraja

Selvi suci lestari

Selvi suci lestari

S1 ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PAMULANG

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Selvi suci lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

gambar ini dibuat menggunakan AI,  Upacara adat Ma'Nene
zoom-in-whitePerbesar
gambar ini dibuat menggunakan AI, Upacara adat Ma'Nene

Latar Belakang

Di dalam pesona indah Provinsi Sulawesi Selatan terdapat Tradisi Adat yang sudah di jalankan secara turun-temurun tepatnya berada di bagian Tana Toraja,Lembang Parandangan. Masyarakat Toraja masih mempertahankan Eksistensi Tradisi Adat di tengah kemajuan Teknologi, Hal ini membuat budaya yang sudah di jalankan selama bertahun-tahun mengalami perubahan seiring berjalannya waktu yang tidak lagi Otentik.

Oleh karena itu, Artikel ini berupaya untuk menjelaskan latar belakang lahirnya budaya Ma'nene, dan faktor-faktor yang Melatarbelakangi perubahan tersebut pada masyarakat Toraja, Penulisan ini menggunakan metode Penelitian Sejarah, meliputi Heuristik (proses pengumpulan data), Verifikasi, Interpretasi (penafsiran data), dan Historiografi (penulisan data).

Ma'nene bagi masyarakat Toraja bukan hanya sekedar Upacara Adat, Namun memiliki makna atau simbol tersendiri, dalam artian lain Ma'nene yaitu sebagai ritual Tradisi Adat dalam budaya suku Toraja,dimana Jenazah leluhur keluarga Toraja akan dibersihkan, digantikan baju dan kainnya, Sebuah ritual mayat yang berusia puluhan tahun bahkan ratusan tahun yang lalu dikeluarkan dari dalam liang lahat untuk dibersihkan dan di ganti kainnya. Seiring perkembangan zaman berbagai perubahan yang terjadi pada Tradisi ini membuat pergeseran makna. Namun dengan begitu masyarakat tetap mempertahankan Upacara Ma'nene karena masih banyak dari Suku Toraja yang masih mempercayai bahwa jika tidak dilaksanakan akan mendatangkan marabahaya bagi kehidupan masyarakat Suku Toraja Contohnya seperti hasil panen yang gagal. Budaya Ma'nene merupakan budaya leluhur masyarakat yang menganut kepercayaan Aluk Tolodo, Namun mayoritas mereka sudah beragama Kristen.

Proses Pelaksanaan

Ritual Ma'nene biasanya dilakukan setiap Tahun pada Bulan Agustus, Ketika musim kemarau tiba. Namun, karena kesulitan Koordinasi antara anggota keluarga yang mungkin berada di luar Toraja dan biaya yang cukup mahal, Maka ritual ini juga dapat dilakukan tiga tahun sekali atau dengan kesepakatan keluarga.

Ritual Ma'nene Meliputi Beberapa Tahapan:

  1. Mengorbankan hewan seperti Babi atau Kerbau sebagai tanda Penghormatan kepada leluhur dan permohonan agar ritual berjalan lancar.

  2. Membuka Liang Kubur atau Patane, yaitu tempat penyimpanan jenazah yang terbentuk seperti rumah atau batu.

  3. Mengeluarkan jenazah dari peti mati dan membersihkannya dengan air atau daun sirih.

  4. Menggantikan pakaian dan kain kafan dengan yang baru sesuai dengan jenis kelamin, status sosial, dan selera jenazah ketika masih hidup.

  5. Memberikan barang-barang yang disukai jenazah seperti kopi, rokok, ataupun perhiasan sebagai bentuk tanda kasih sayang dan penghargaan.

  6. Mengajak jenazah berbincang-bincang dan mengabarkan kabar terbaru, atau meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan.

  7. Mengembalikan jenazah ke dalam peti mati dan menutup kembali liang kubur.

Ritual Ma'Nene Sebagai Fungsi Sosial dan budaya

Beberapa fungsi sosial dan budaya dalam ritual Ma'nene, sebagai berikut:

  • Menjaga identitas dan kekhasan Suku Toraja ditengah perkembangan zaman dan globalisasi.

  • Menjalin solidaritas dan kebersamaan antara anggota keluarga yang berasal dari berbagai daerah.

  • Menyampaikan nilai-nilai moral dan etika kepada generasi muda tentang menghormati dan merawat leluhur.

  • Menarik perhatian dan kunjungan wisatawan lokal maupun asing yang ingin menyaksikan Tradisi unik dan sakral ini.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Ritual Ma'Nene

Tradisi Ma'nene pada kelompok dalam masyarakat Tana Toraja mencerminkan nilai yang terkait dengan nilai-nilai dasar manusia (basic human values). Melalui pembersihan jazad leluhur, mengandung makna sebagai nilai penghormatan leluhur dan ikatan keluarga yang abadi .

Selain itu, dalam Tradisi Ma'nene ditemukan ada tujuh nilai yang merujuk pada tiga nilai konservasi yaitu security, confromity, dan tradision. Dua nilai self-transcendence yaitu benelovence dan universalism . serta dua nilai self-enchancement yang terdiri atas achievement dan power.

Kesimpulan

Tradisi Upacara Adat Ma'nene merupakan salah satu budaya yang dilakukan oleh suku Toraja. Ritual ini dengan berupa pembersihan jenazah yang telah meninggal. Dalam Tradisi Adat ini dilihat memalui nilai-nilai kristiani yang mengandung makna penghormatan terhadap leluhur , bakti dan penghormatan keluarga,mengasihi dan menyakini akan kehidupan abadi.

Gambar

Pemakaian baju pada jenazah

Pengeluaran jenazah dari liang kubur