BAIC T1 Siap Masuk Jalur CKD, Harga Bakal Lebih Murah?

Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya memastikan mobil listrik terbarunya, BAIC T1 disiapkan agar bisa dibuat di Tanah Air dalam waktu dekat. Salah satu alasannya adalah pemenuhan kewajiban pemerintah.
"Perakitan antara Januari (2027) atau Desember (2026)," buka Dhani saat sela media test drive BAIC T1 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/8/2026).
Dhani menyadari, setiap mobil listrik yang dibuat dan dijual di dalam negeri wajib memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai yang terus meningkat pada rentang tahun tertentu. Mulai 2027, minimal nilainya adalah 60 persen.
Syarat nilai TKDN minimal dituangkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Pasal 8.
"Itu yang pertama, terus yang ke-2 untuk investasi juga cukup katakanlah besar dalam artinya untuk membuat satu line (produksi). Terutama baterai karena hanya selnya saja yang diimpor dari China, seluruh dimulai dari casing-nya, wiring harness-nya, dan juga BMS (Battery Management System)," kata Dhani.
Hingga kini, jenama asal China itu memanfaatkan fasilitas perakitan milik PT Handal Indonesia Motor (HIM). Komponen baterai menjadi salah satu aspek investasi yang cukup besar agar dapat memenuhi ketentuan industri otomotif nasional.
"Juga satu investasi yang kita sedang diskusikan untuk satu line (produksi) baterai itu membutuhkan investasi lebih kurang 28 juta yuan atau sekitar Rp 65 miliar. Saat ini belum ada company di Indonesia, jadi kita lagi bekerja sama rencananya. Kita dengan salah satu perusahaan Gotion, tetapi kan mereka tidak supply secara originnya dari China," jelas Dhani.
Disinggung potensi banderol BAIC T1 versi CKD (Completely Knocked Down) menjadi lebih terjangkau, Dhani bilang hal tersebut mungkin saja bisa terwujud. Sebab menurutnya semakin besar nilai TKDN, maka banyak potensi benefit yang didapat.
"Harga tentu karena kan kita berharap tadi dengan TKDN akan qulified untuk bisa free luxury tax lebih kurang 15 persen, tentu ini katakanlah akan memberikan kemudahan. Harapan juga bahwa pemerintah lagi cooking something untuk memberi insentif mobil listrik dan kita harapkan juga ada tambahan," katanya.
"Jadi kemarin harga pun yang kita memang sudah disubsidi ya, harapan kita memang di bawah Rp 350 juta untuk T1. Kemudian saat GIIAS kemarin kita dapatkan 139 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) untuk T1 dari total kita 407," pungkas Dhani.
BAIC T1 saat ini ditawarkan dengan harga khusus Rp 373 juta dibanding banderol normalnya Rp 393 juta.
