BAW Masuk ke Indonesia, Masih Ada Relasi dengan Merek BAIC?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi diler BAIC Indonesia. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi diler BAIC Indonesia. Foto: Sena Pratama/kumparan

Meski mulai terlihat sesak, nyatanya pasar otomotif domestik masih menjadi magnet bagi calon pemain baru untuk melancarkan bisnisnya di Indonesia. Salah satunya kehadiran merek asal China, BAW yang kemarin tampil perdana di GIIAS 2026.

Menilik laman resmi pabrikan, BAW merupakan Beijing Automobile Works. Perusahaan yang kini berstatus privat dan berbasis di Ibu Kota negara China itu telah eksis sejak 1958, bisa dibilang termasuk 'sepuh' otomotif di Negeri Tirai Bambu.

Namun selain BAW, ada BAIC yang keduanya punya hubungan dekat, bahkan pernah dalam satu struktur. Pada 1950-1970-an BAW adalah salah satu fondasi industri otomotif Beijing. BAIC Group kemudian dibentuk sebagai holding, mengambil alih sekaligus mengendalikan sejumlah aset termasuk BAW.

Sekitar 2015-2916, BAIC Group melepas kepemilikan BAW ke sektor swasta.

Lantas, bagaimana bisnisnya di Indonesia? Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya mengkonfirmasi bahwa kini keduanya adalah entitas berbeda.

Logo BAIC di GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang. Foto: Sena Pratama/kumparan

"Bedanya BAW dulu, dia anak perusahaan dari Beijing Auto atau dari BAIC ini. Tapi mereka sudah tidak ada hubungannya sekarang, dahulu BAW ini adalah subsidiary ataupun perusahaan dari BAIC. Tetapi di sana (China) sudah tidak," jelas Dhani ditemui di Bandung, Jawa Barat (18/8).

Terbaru pada Juni 2024, BAIC Group mengumumkan sudah tidak lagi memiliki hubungan ekuitas atau hak kepemilikan atau properti BAW.

Sama seperti BAIC, BAW saat ini mengandalkan lini SUV dan jip yang memiliki nomenklatur serupa dengan induknya dahulu. Sebut saja, seri BJ untuk kendaraan utilitas tinggi mereka.

Berdirinya perusahaan otomotif yang berbasis di beberapa daerah seperti BAIC atau BAW lumrah dilakukan China guna menumbuhkan industri otomotif nasional pasca negara republik itu dibentuk sejak 1949 silam.

Makanya, baik BAIC ataupun BAW memiliki portofolio serupa yakni membuat kendaraan untuk mendukung kebutuhan militer negara lewat seri SUV dan jip BJ. Kini mengalami diversifikasi untuk kebutuhan konsumen sipil dengan model-model lainnya.

Termasuk segmen di luar SUV dan jip seperti hatchback, city car, MPV, dan sebagainya. Pun dengan adopsi teknologi penggerak mulai internal combustion engine (ICE) dan elektrifikasi seperti hibrida, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), range extender EV (REEV), hingga battery electric vehicle (BEV).

instagram embed