Bridgestone Siap Jadi Pemasok OEM Ban EV di RI, Sebut Ada Model Baru

PT Bridgestone Tire Indonesia menyatakan kesiapannya dalam menyambut pergeseran tren kendaraan listrik di Tanah Air. Pabrikan disebut telah siap dari aspek manufaktur hingga teknologi untuk menyuplai ke produsen mobil listrik.
Kesiapan tersebut dibuktikan lewat penggunaan ban Bridgestone sebagai komponen orisinal atau original equipment manufacturer (OEM) untuk model battery electric vehicle (BEV) baru yang mulai diproduksi pada periode Juli-Agustus 2026.
Presiden Direktur Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno buka-bukaan soal aktivitas perusahaan yang telah mengamankan kerja sama dengan dua merek kendaraan listrik rakitan lokal untuk pasar Indonesia.
"Sudah, itu sudah ada. Untuk EV sendiri EV MPV tersebut memakai ban Bridgestone mulai produksi bulan Juli-Agustus ini. Jadi yang sudah pasti ada satu, sebenarnya ada lagi harusnya Oktober ini," kata Mukiat ditemui di PIK2, Rabu (23/9/2026).
Dirinya menambahkan, dari dua proyek pasokan OEM mobil listrik yang dijadwalkan tahun ini, satu model terpaksa mengalami penundaan jadwal peluncuran hingga tahun depan. Ia pun tak merinci alasannya.
"Kalau dari segi merek EV ada dua, tetapi ada satu lagi mundur ke April 2027. Jadi seharusnya tahun ini ada dua, tetapi satunya mundur jadi tahun depan," jelas Mukiat.
Mukiat menjelaskan bahwa pengembangan ban khusus untuk mobil listrik memerlukan penyesuaian teknis yang sangat ketat, terutama pada aspek daya tahan beban atau load index, serta mempertahankan kesenyapan kabin.
Bobot kendaraan listrik yang lebih berat akibat keberadaan baterai menuntut konstruksi dinding samping ban (sidewall) yang jauh lebih kuat agar tidak mudah pecah. Aspek kenyamanan tadi, Bridgestone telah memiliki teknologi khusus untuk meredam kebisingan ban.
"Tapi kan kembali begini. Kalau untuk kami yang pasti dari Bridgestone sendiri kita sudah siap. Bahkan untuk pakai yang kalau mobil listik itu kan sponge technology, sudah dirakit di Karawang," katanya.
"TKDN-nya masih kita perhitungkan. Tapi rata-rata kalau di Bridgestone sendiri, ban Bridgestone kita bisa dikatakan 45-50 persen itu sudah lokal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Sisanya lagi masih impor," tandas Mukiat.
