Daihatsu Tertarik Garap Mobil Listrik Berbasis Perodua QV-E

Calon mobil listrik murni Daihatsu untuk spesifik pasar tertentu bisa jadi justru memiliki DNA Perodua di dalamnya. Perusahaan otomotif Malaysia ini dikabarkan tengah membuka tangan untuk bekerja sama dalam pengembangan battery electric vehicle (BEV).
Tak sedikit dari kita sudah tahu bahwa sejatinya Perodua dan Daihatsu layaknya saudara yang amat dekat. Hingga kini pun, sebagian besar saham masih dipegang oleh raksasa manufaktur asal Jepang tersebut.
Makanya, hampir sebagian besar model-model Perodua selama 33 tahun terakhir ibarat tidak lebih sebagai Daihatsu versi pasar Malaysia. Namun kasusnya menjadi lain untuk urusan kendaraan listrik, yang mana Daihatsu belum cukup banyak memiliki portofolio.
Disitat Paultan, pabrikan baru saja meluncurkan QV-E BEV, sebuah model yang dikembangkan penuh oleh Perodua dan dikatakan tanpa campur tangan Daihatsu di dalamnya. Ini menjadi momen bagi Daihatsu untuk mendalami kerja sama lebih jauh lagi.
Sinyal itu bahkan dibocorkan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Johari Abdul Ghani lewat akun Facebook pribadinya yang sedikit membeberkan soal pertemuan dengan Jepang. Salah satu topik yang ditautkan adalah Perodua-Daihatsu.
Hingga kini belum diketahui seperti apa wujud proyek pengembangan kendaraan listrik Perodua dan Daihatsu itu. Apakah sesederhana menambahkan lencana logo 'D' pada model QV-E atau justru calon model kembar masing-masing pabrikan.
Sedikit trivia, Daihatsu pernah melakukan rebadge model Perodua yakni Myvi generasi ke-3 untuk dijadikan Sirion yang kini masih dijual di Indonesia. Menandai kemampuan perusahaan otomotif kedua Negeri Jiran itu untuk mengembangkan mobil secara mandiri.
Memasarkan QV-E sebagai model elektrik murni baru Daihatsu dinilai masuk akal, apalagi salah satu pasar terbesar di luar Jepang adalah Indonesia yang saat ini tengah demam BEV. Terutama dari China yang datang dengan harga kompetitif.
Dari segi spesifikasi, Perodua QV-E dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 52,5 kWh pasokan CATL. Crossover setrum ini mengusung motor listrik bertenaga 201 hp dan sanggup menempuh jarak hingga 370 kilometer sekali pengisian daya penuh.
Meskipun demikian, pihak Daihatsu maupun Perodua hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi terkait model spesifik yang bakal diproduksi. Kedua entitas masih terus mengkaji efisiensi skema berbagi platform untuk memenuhi regulasi emisi serta tren pasar yang kian dinamis.
Bila kerja sama ini terealisasi, mobil listrik baru hasil kolaborasi tersebut berpeluang dipasarkan ke berbagai negara berkembang. Diversifikasi produk elektrifikasi ini diyakini bakal memperkuat daya saing grup Toyota dan Daihatsu di segmen pasar EV terjangkau.
