Dominasi Merek Jepang Terus Tergerus, Kini Tinggal 66,3 Persen

Ada yang menarik bila menilik figur penjualan merek-merek kendaraan penumpang asal Jepang dari sisi jumlah distribusi maupun cakupan pangsa pasarnya selama lima tahun terakhir. Terjadi penyusutan sampai puluhan persen.
Data yang dirangkum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kumparan mencoba mengkelompokan 7 merek besar yang kerap menyumbang jumlah penjualan retail atau distribusi dari diler ke konsumen langsung setiap tahunnya.
Nama-namanya meliputi Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda, Mitsubishi Motors, Nissan, hingga Mazda. Lima tahun lalu, kelompok ini mampu menguasai 82,9 persen pasar retail kendaraan roda empat atau lebih selama periode Januari-September 2022.
Namun pada 2026 ini, tujuh jenama tersebut hanya mampu merengkuh pangsa pasar nasional sebesar 66,3 persen. Sebelum mencapai titik ini, grafiknya memang terlihat melandai dari tahun ke tahun.
Misalnya setelah tahun 2022, market share pabrikan-pabrikan tersebut sempat naik hingga 88,5 persen pada periode yang sama tahun 2023, sebelum akhirnya terus meluncur turun ke 81,2 persen pada 2024, lalu 74,8 persen pada 2025.
Angka tersebut mencatatkan penurunan akumulasi pangsa pasar hingga 16,6 persen poin jika dibandingkan dengan pencapaian periode Januari–September 2022. Penyusutan penguasaan pasar ini didorong oleh penurunan volume penjualan secara luas pada hampir seluruh pemain utama Jepang.
Selain itu, penetrasi masif merek-merek baru yang menyajikan opsi kendaraan listrik murni dan hibrida terjangkau yang kian agresif disinyalir menjadi kontributor signifikan untuk memotong kue penjualan nasional. Berikut detailnya.
Trafik Penjualan Retail Kendaraan Penumpang Merek Jepang di Indonesia 5 Tahun Terakhir (Gaikindo)
Januari-September 2026 (676.223 unit)
Toyota: 194.519 unit (28,8 persen)
Daihatsu: 109.376 unit (16,2 persen)
Suzuki: 54.179 unit (8 persen)
Mitsubishi Motors: 50.407 unit (7,5 persen)
Honda: 35.885 unit (5,3 persen)
Mazda: 2.537 unit (0,4 persen)
Nissan: 353 unit (0,1 persen).
Januari-September 2025 (585.296 unit)
Toyota: 187.883 unit (32 persen)
Daihatsu: 100.334 unit (17,1 persen)
Honda: 54.113 unit (9,2 persen)
Mitsubishi Motors: 49.124 unit (8,4 persen)
Suzuki: 44.450 unit (7,6 persen)
Mazda: 2.408 unit (0,4 persen)
Nissan: 805 unit (0,1 persen).
Total pasar Januari-Desember 2025: 833.712 unit
Januari-September 2024 (657.448 unit)
Toyota: 217.608 unit (33 persen)
Daihatsu: 129.848 unit (19,8 persen)
Honda: 75.514 unit (11,5 persen)
Mitsubishi Motors: 55.382 unit (8,4 persen)
Suzuki: 50.942 unit (7,8 persen)
Mazda: 3.426 unit (0,6 persen)
Nissan: 919 unit (0,1 persen).
Total pasar Januari-Desember 2024: 889.680 unit
Januari-September 2023 (746.246 unit)
Toyota: 210.842 unit (28,2 persen)
Daihatsu: 149.625 unit (20 persen)
Honda: 97.026 unit (13 persen)
Mitsubishi Motors: 62.582 unit (8,4 persen)
Suzuki: 60.920 unit (8,2 persen)
Mazda: 3.780 unit (0,5 persen)
Nissan: 1.514 unit (0,2 persen).
Total pasar Januari-Desember 2023: 998.059 unit
Januari-September 2022 (732.366 unit)
Toyota: 233.890 unit (31,9 persen)
Daihatsu: 140.894 unit (19,2 persen)
Honda: 88.389 unit (12 persen)
Mitsubishi Motors: 76.397 unit (10,4 persen)
Suzuki: 63.549 unit (8,7 persen)
Nissan: 3.033 unit (0,4 persen)
Mazda: 2.495 unit (0,3 persen).
Total pasar Januari-Desember 2022: 1.013.582 unit.
