Ekspor Mobil RI Masih Fluktuasi, Toyota dan Mitsubishi Konsisten

Ekspor mobil secara utuh dari Indonesia ke pasar global mencatatkan dinamika yang beragam sepanjang 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total ekspor CBU (Completely Built Up) alami pertumbuhan.
Ini terjadi pada periode Januari-Agustus 2026 yang mencatatkan peningkatan tipis sebesar 0,69 persen dengan total 337.372 unit, dibanding rentang bulan yang sama tahun lalu dengan jumlah 335.063 unit.
Namun, kinerja ekspor bulanan pada Agustus 2026 justru menunjukkan penurunan sebesar 13,69 persen dengan angka pengiriman 43.825 unit dibanding Agustus 2025 yang mencapai 50.778 unit.
Fluktuasi tersebut disebabkan oleh dinamika permintaan pasar internasional serta kesiapan pasokan pabrikan nasional. Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara mengungkapkan bahwa penguatan penetrasi ekspor menjadi angin segar bagi industri otomotif nasional.
"Di tengah kondisi domestik yang memang masih belum pulih, kita dapat blessing yakni ekspor kita meningkat 518 ribu unit (2025) CBU. Ini sesuatu yang belum pernah kita capai," kata Kukuh saat ditemui kumparan di Jakarta.
Kukuh menambahkan bahwa ketertarikan sejumlah negara tujuan baru turut mendorong peluang ekspansi produk buatan dalam negeri ke level yang lebih tinggi.
"Kalau kita bisa ekspor, ditambah domestik bisa mencapai satu juta unit juga, itu kan sesuatu yang positif. Beberapa negara tujuan ekspor juga sangat tertarik dengan produk-produk Indonesia," imbuhnya.
Bicara merek, Toyota masih kokoh memimpin takhta ekspor CBU Indonesia meski performa keseluruhan sedikit terkoreksi. Pada periode Januari-Agustus 2026, pabrikan membukukan pengiriman 112.890 unit atau turun tipis 1,22 persen.
Kendati demikian, secara bulanan pada Agustus 2026 sanggup melonjak 7,37 persen dari 16.540 unit menjadi 17.759 unit pada Agustus tahun lalu. Jenama lain yang juga sama kuatnya adalah Mitsubishi Motors.
Pengiriman CBU Mitsubishi pada Agustus 2026 melesat 11,10 persen menjadi 10.446 unit, sementara secara kumulatif Januari-Agustus 2026 melonjak hingga 26,18 persen mencapai 84.971 unit dibanding sebelumnya yang 67.339 unit.
Daihatsu turut menampilkan performa kumulatif yang impresif dengan melompati Mitsubishi di posisi kedua secara jumlah, catatkan 85.363 unit hingga Agustus 2026 atau tumbuh 11,24 persen dibanding sebelumnya 76.738 unit.
Meski demikian, volume bulanan Daihatsu pada Agustus 2026 sempat melemah 15,65 persen menjadi 10.242 unit dibanding Agustus tahun sebelumnya yang peroleh 12.142 unit. Lain cerita datang dari merek Hyundai.
Pada Januari-Agustus 2026, pasokan ekspor Hyundai anjlok 25,94 persen menjadi 27.596 unit (vs 37.261 unit), di mana penurunan bulanan pada Agustus 2026 bahkan terperosok hingga 57,30 persen menjadi 2.340 unit saja.
Pengurangan volume pengiriman internasional juga dialami Suzuki yang terkoreksi 40,22 persen menjadi 11.416 unit hingga Agustus 2026 (vs 19.098 unit). Honda juga tak luput dari tren penurunan kumulatif sebesar 12,42 persen menjadi 9.930 unit, meski secara bulanan Honda sempat naik 8,44 persen menyentuh 1.362 unit.
Di segmen komersial dan kendaraan penumpang lain, Isuzu mengantongi penurunan ekspor kumulatif 35,52 persen menjadi 4.062 unit, Wuling merosot 36,06 persen menjadi 947 unit, serta Hino terkoreksi 48,02 persen menjadi 197 unit.
Tingginya potensi pasar luar negeri seperti kawasan Amerika Latin dan Asia Tenggara, khususnya Filipina, diharapkan terus menjadi tumpuan utama bagi pemulihan dan penguatan industri otomotif nasional.
Kinerja Ekspor CBU Otomotif
Agustus 2026 (43.825 unit)
Toyota: 17.759 unit
Mitsubishi Motors: 10.446 unit
Daihatsu: 10.242 unit
Hyundai: 2.340 unit
Honda: 1.362 unit
Suzuki: 977 unit
Isuzu: 606 unit
Wuling: 63 unit
Hino: 30 unit.
Januari-Agustus 2026 (337.372 unit)
Toyota: 112.890 unit
Daihatsu: 85.363 unit
Mitsubishi Motors: 84.971 unit
Hyundai: 27.596 unit
Suzuki: 11.416 unit
Honda: 9.930 unit
Isuzu: 4.062 unit
Wuling: 947 unit
Hino: 197 unit.
Agustus 2025 (50.778 unit)
Toyota: 16.540 unit
Daihatsu: 12.142 unit
Mitsubishi Motors: 9.402 unit
Hyundai: 5.480 unit
Suzuki: 5.121 unit
Honda: 1.256 unit
Isuzu: 468 unit
Wuling: 304 unit
Hino: 65 unit.
Januari-Agustus 2025 (335.063 unit)
Toyota: 114.280 unit
Daihatsu: 76.738 unit
Mitsubishi Motors: 67.339 unit
Hyundai: 37.261 unit
Suzuki: 19.098 unit
Honda: 11.338 unit
Isuzu: 6.300 unit
Wuling: 1.481 unit
Chery: 745 unit
Hino: 379 unit
DFSK: 44 unit.
