Filipina Larang Kendaraan Listrik dan Berbaterai Besar Naik Kapal Penyeberangan

Publik Filipina baru saja dilanda kabar kebakaran hebat kapal penyeberangan MV June Aster. Pihak berwenang dan perusahaan pelayaran setempat telah mengkaji dan mengeluarkan beberapa temuan terkait evaluasi total prosedur keselamatan kapal.
Dilansir Philstar, insiden tersebut memicu kekhawatiran baru terkait keamanan pengangkutan kendaraan listrik. Musababnya, ledakan keras dilaporkan sempat terdengar dari area dek kargo sebelum api dengan cepat melahap seluruh badan kapal.
Penyidikan awal oleh tim penjaga pantai Filipina atau Philippine Coast Guard pun mulai mengarah pada dugaan ledakan baterai dari mobil listrik yang ikut diangkut pada kapal tersebut. Meski otoritas di sana menegaskan masih memastikan penyebab utama kebakaran itu.
"Departemen Energi mengakui adanya kekhawatiran keselamatan yang muncul terkait pengangkutan EV (Electric Vehicle) melalui jalur laut. Kami tengah berkoordinasi dengan Maritime Industry Authority (MARINA) serta lembaga terkait lainnya untuk menyusun panduan keselamatan yang lebih luas terkait pengangkutan EV di atas kapal," urai perwakilan Departemen Energi Filipina dikutip sumber.
Langkah antisipasi cepat langsung diambil oleh sejumlah penyedia jasa penyeberangan di Filipina. Montenegro Shipping Lines Inc. secara resmi menerbitkan kebijakan larangan pengangkutan seluruh kendaraan listrik dan hibrida (hybrid) di armada mereka.
Langkah pembatasan ini diterapkan guna meminimalisasi risiko kebakaran hebat, ledakan, hingga fenomena thermal runaway baterai. Karakteristik Baterai EV yang sulit dipadamkan saat terbakar menjadi alasan utama berlakunya proteksi ketat ini.
Perusahaan pelayaran kapal tersebut, Island Water turut mengambil tindakan serupa demi menjaga standar keselamatan penyeberangan. Kebijakan tegas ini diberlakukan untuk melindungi seluruh penumpang, kru, serta muatan kargo selama pelayaran berlangsung.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi industri pelayaran global yang mulai sering mengangkut kendaraan listrik. Regulasi penanganan risiko baterai berkapasitas tinggi di atas kapal dinilai mendesak untuk segera diseragamkan.
