Kecelakaan 6 Tewas, Bahaya Nyata Mobil Bermuatan Penuh di Kecepatan Tinggi

Kecelakaan maut yang menewaskan 6 orang di ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) kembali membuka tabir kelalaian fatal pengemudi di jalan bebas hambatan, Minggu (25/10). Kendaraan melebihi kapasitas ditengarai menjadi salah satu penyebab.
Laporan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, selain 6 korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan tiga orang lainnya mengalami luka berat. Kantuk dan kelelahan pengemudi disebut menjadi sebab utama.
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menyoroti kapasitas penumpang Toyota Avanza (maksimal 7 orang dewasa) dengan jumlah sebenarnya yang diangkut mengacu keterangan dari pihak kepolisian.
"Saya enggak melihat jumlahnya, tetapi dari korban yaitu enam orang yang tewas, tiga orang mengalami luka berat, itu berarti sembilan ya? Kalau sembilan itu ditaruh di mana itu orang-orang? Sedangkan kursi tanpa barang saja sama driver itu idealnya tujuh maksimal," katanya kepada kumparan, Senin (26/10).
Beban berlebih pada kendaraan roda empat secara langsung akan menambah bobot total kotor mobil saat melaju di jalan raya. Kondisi ini berpotensi besar menghilangkan keseimbangan saat sopir berupaya melakukan tindakan antisipasi.
"Terkait dengan jumlah penumpang, bobot kendaraan pun akan naik. Dan itu kaitannya adalah tingkat kesulitan dalam pengendalian pada situasi manuver-manuver gawat darurat itu akan lebih sulit, lebih berbahaya, dan punya paparan atau exposure hilang kendali karena kaitannya adalah inersia dari kecepatan kendaraan," terang Jusri.
Dengan kata lain kelebihan muatan dapat memengaruhi pengendalian kendaraan, sehingga pengemudi lebih sulit mengantisipasi situasi darurat.
Di sisi lain saat kecelakaan terjadi, penumpang yang duduknya tanpa perlindungan memadai berpotensi mengalami cedera lebih parah.
"Setibanya di lokasi kejadian, diduga pengemudi Toyota Avanza dalam kondisi mengantuk, sehingga hilang kendali dan oleng ke kiri, menyerempet guardrail, lalu menabrak belakang truk Fuso yang berada di bahu luar jalan tol yang sedang melakukan pengecekan baut roda yang patah," imbuh Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.
