Kiat Aman Naik Motor Kala Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang warga setempat yang mengenakan masker saat melintasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026). Foto: REINA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang warga setempat yang mengenakan masker saat melintasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026). Foto: REINA / AFP

Pengendara motor menjadi kelompok paling rentan saat melintasi wilayah yang terpapar bencana kabut asap. Penerapan teknik berkendara yang aman serta penggunaan alat pelindung diri secara maksimal sangat krusial untuk mencegah kecelakaan fatal.

Kualitas udara yang amat buruk akibat fenomena kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan menjadi catatan serius. Terutama kaitannya dengan mobilitas sehari-hari warga setempat.

Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani memberikan panduan khusus bagi para pemotor yang terpaksa berkendara di tengah kepungan kabut asap pekat.

Terbatasnya jarak pandang dan potensi gangguan kesehatan menjadi dua risiko utama yang harus diwaspadai. Penyesuaian kecepatan kendaraan menjadi poin penting yang wajib diterapkan saat pandangan terhalang kabut asap.

Pengendara menyalakan lampu saat melintasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026). Foto: REINA / AFP

"Cara berkendara tentunya dengan lebih berhati-hati dan tidak memaksakan kecepatan, karena kecepatan berkendara juga harus memperhatikan jarak pandang pengendara," buka Victor kepada kumparan, Senin (24/8/2026).

Untuk itu dirinya mengimbau kepada pengendara untuk menjaga kecepatan maksimal hingga 30 km/jam. Kemudian atribut kendaraan wajib lengkap dan berfungsi, misalnya lampu depan dan belakang serta klakson.

"Sedangkan secara umum adalah tetap menggunakan perlengkapan berkendara secara maksimal, baik penggunaan sepatu, sarung tangan, jaket sampai helm yang sebaiknya dapat menutup seluruh kepala untuk menghindari paparan partikel-partikel halus," jelas Victor.

Agar maksimal, Victor bilang dapat menggunakan penutup yang memiliki mekanisme mirip kacamata renang dan sebisa mungkin menggunakan masker berstandar N95 guna menangkal partikel halus yang sangat kecil masuk ke saluran pernapasan.

"Tetapi kembali lagi ke cara berkendara, yang jelas jangan memaksakan. Apalagi kalau tingkat kabut atau jarak pandang sudah sangat pendek maka jangan sekali-kali melanjutkan perjalanan, lebih baik kembali dan mencari situasi yang aman," katanya.