Menkeu Purbaya Soroti Tantangan Baru Industri Kendaraan Listrik

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Fuso GIIAS 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Fuso GIIAS 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa berbicara soal kepastian insentif untuk kendaraan listrik tahun ini. Dia menyebut, kebijakan itu akan diumumkan dalam waktu dekat oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Saya pikir dua atau tiga minggu dari sekarang, pak Presiden akan mengumumkan stimulus untuk EV," buka Purbaya saat sambutan Gaikindo International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang (4/8).

Ia merefleksikan penjualan kendaraan listrik yang saat ini dinilai positif dan terus tumbuh dalam beberapa periode waktu terakhir. Hal itu juga sejalan dengan keinginan transisi energi pemerintah di sektor transportasi.

"Banyak orang mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mendukung EV, katanya tahun ini subsidi hilang dan sebagainya. Pak Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan kita dari impor minyak. Maka dari itu kita mempromosikan EV, makanya kita akan melanjutkan (insentif)," lanjut Purbaya.

Wuling Aira ev edisi terbatas Disney Pixar's Toyt Story 5 meluncur di GIIAS 2026, Kamis (30/7/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Lebih lanjut, Purbaya membeberkan paket stimulus pembelian kendaraan listrik untuk roda dua dan roda empat yang rencananya akan disediakan sebanyak 500 ribu unit.

"Pasar kendaraan listrik telah meningkat hampir 15 kali lipat dalam empat tahun terakhir. Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong produksi, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, tenaga kerja, dan industri nasional," jelasnya.

Kendati rincian skema stimulus yang akan diberikan belum diungkapkan, Purbaya bilang rencana program bantuan pembeliannya akan berupa pembebasan 100 persen PPnBM, PPN, serta insentif 40 persen untuk mobil listrik tertentu.

"Masih dihitung, masih didiskusikan. Nanti diumumkan setelah semuanya siap," pungkasnya.