Motor Terpapar Abu Vulkanik, Waspadai Efek yang Tak Terlihat

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepadatan kendaraan kembali terlihat di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepadatan kendaraan kembali terlihat di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak saja mengancam kesehatan pernapasan, tetapi juga di baliknya menyimpang potensi kerusakan fatal pada komponen mekanis kendaraan bermotor.

Partikel abu vulkanik memiliki karakteristik material keras menyerupai amplas halus akibat kandungan silika di dalamnya. Ketika terhisap ke dalam ruang mesin, partikel mikro tersebut dapat menyasar ke berbagai komponen lainnya.

Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani menegaskan bahwa kerusakan mekanis serius mengintai mesin saat debu berinteraksi dengan sisa pembakaran.

"Lebih bahaya lagi adalah ketika partikel yang sangat halus itu lolos dari filter. Partikel yang mengandung silika, yang berkaratker seperti amplas bisa menggores dinding silinder, piston, bahkan bisa juga berefek kepada ring piston," buka Victor kepada kumparan, Minggu (6/9).

Ilustrasi filter motor. Foto: Shutterstock

Penumpukan partikel abu vulkanik pada pelumas dan sisa pembakaran mesin berpotensi membentuk kerak padat yang mengganggu fungsi kerja mekanisme buka tutup ruang bakar serta menurunkan tingkat proses pembakaran mesin.

"Flow effect selanjutnya adalah partikel halus yang masuk ke dapur pacu akan berinteraksi dengan sisa pembakaran dan pelumas, akhirnya akan menciptakan kerak. Ini juga akan berefek pada kinerja komponen seperti klep dan kompresi mesin," ujar Victor.

Menghadapi risiko kerusakan berat tersebut, peran pemeriksaan kondisi kendaraan setelah terimbas paparan menjadi kunci untuk menentukan langkah penanganan kendaraan yang tepat bagi para pemilik.

"Ini adalah salah satu kunci utama karena awal mula masuk ke ruang bakar. Iya, memang tergantung kadar paparan debu vulkanisnya sehingga pemeriksaan sangat perlu dilakukan setelah terpapar, yang selanjutnya kita bisa menilai apakah hanya perlu dibersihkan atau malah perlu diganti," tutur Victor.

Pengendara sepeda motor menggunakan masker saat melintas di Jalan Lintas Sumatera, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). Foto: Aprilio Akbar/ANTARA FOTO

Selain itu, Victor menambahkan bahwa kebersihan komponen penyaring udara berpengaruh langsung terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar serta emisi gas buang kendaraan.

"Bayangkan saja kalau endapannya cukup rapat di filter udara yang berefek asupan udara menjadi sedikit, efeknya performa mesin akan berkurang dan bensin akan menjadi boros, termasuk asap hitam serta kerak akan semakin banyak," tandas Victor.

Penanganan kendaraan yang terpapar abu vulkanik menuntut ketelitian tinggi, baik dalam proses pembersihan permukaan bodi secara berkala maupun perawatan teknis di bengkel resmi demi mencegah kerusakan sistemik jangka panjang.

instagram embed