Penjualan Honda Susut dalam 3 Tahun, Pangsa Pasar Kini 5,3 Persen

Sisa tiga bulan sebelum 2026 berakhir, Honda masih bertengger di posisi ke-6 klasemen merek kendaraan terlaris periode Januari-September. Padahal, tahun lalu pabrikan masih mampu finis di peringkat ke-3 penjualan retail nasional.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari jaringan diler ke konsumen langsung Honda selama 9 bulan berjalan jumlahnya mencapai 35.855 unit. Persis di bawah BYD yang terhitung baru masuk Indonesia.
Namun coba tarik selama beberapa tahun ke belakang, tren penurunan penjualan Honda sebenarnya sudah terlihat mulai 2023 lalu. Pada periode Januari-September tiga tahun lalu, pabrikan meraup angka 97.026 unit.
Pangsa pasarnya kala itu sebesar 13 persen dari total penjualan seluruh merek. Polanya mulai berubah pada tahun-tahun selanjutnya, sebut saja pada Januari-September 2024 angkanya menyusut ke 75.514 unit dengan market share 11,5 persen.
Kemudian merosot lagi menjadi 54.113 unit dengan kue pasar menjadi 9,2 persen pada periode serupa tahun 2025. Hingga mencapai Januari–September 2026, di mana retail Honda terperosok hingga tersisa 35.885 unit.
Capaian tersebut membuat penguasaan pasar retail Honda terpangkas habis hingga menyisakan 5,3 persen saja pada akhir kuartal ke-3 2026. Membuatnya terlempar ke posisi 5 bila disandingkan dengan hanya merek Jepang lainnya.
Pergeseran peta persaingan segmen mobil penumpang membuat Honda harus mengakui keunggulan volume penjualan Suzuki dan Mitsubishi Motors di papan tengah. Bahkan, sudah mampu disalip oleh pemain baru lainnya.
Namun untuk penjualan secara bulanan atau month-to-month terlihat relatif stabil pada angka 3.000-4.000 unit sepanjang tahun ini berjalan. Periode April, Mei, Juni, Juli jadi bulan dengan penjualan di level 3.000 unit, sisanya konsisten pada angka 4.000-an unit.
Trafik Penjualan Retail Kendaraan Penumpang Merek Jepang di Indonesia 5 Tahun Terakhir (Gaikindo)
Januari-September 2026 (676.223 unit)
Toyota: 194.519 unit (28,8 persen)
Daihatsu: 109.376 unit (16,2 persen)
Suzuki: 54.179 unit (8 persen)
Mitsubishi Motors: 50.407 unit (7,5 persen)
Honda: 35.885 unit (5,3 persen)
Mazda: 2.537 unit (0,4 persen)
Nissan: 353 unit (0,1 persen).
Januari-September 2025 (585.296 unit)
Toyota: 187.883 unit (32 persen)
Daihatsu: 100.334 unit (17,1 persen)
Honda: 54.113 unit (9,2 persen)
Mitsubishi Motors: 49.124 unit (8,4 persen)
Suzuki: 44.450 unit (7,6 persen)
Mazda: 2.408 unit (0,4 persen)
Nissan: 805 unit (0,1 persen).
Total pasar Januari-Desember 2025: 833.712 unit
Januari-September 2024 (657.448 unit)
Toyota: 217.608 unit (33 persen)
Daihatsu: 129.848 unit (19,8 persen)
Honda: 75.514 unit (11,5 persen)
Mitsubishi Motors: 55.382 unit (8,4 persen)
Suzuki: 50.942 unit (7,8 persen)
Mazda: 3.426 unit (0,6 persen)
Nissan: 919 unit (0,1 persen).
Total pasar Januari-Desember 2024: 889.680 unit
Januari-September 2023 (746.246 unit)
Toyota: 210.842 unit (28,2 persen)
Daihatsu: 149.625 unit (20 persen)
Honda: 97.026 unit (13 persen)
Mitsubishi Motors: 62.582 unit (8,4 persen)
Suzuki: 60.920 unit (8,2 persen)
Mazda: 3.780 unit (0,5 persen)
Nissan: 1.514 unit (0,2 persen).
Total pasar Januari-Desember 2023: 998.059 unit
Januari-September 2022 (732.366 unit)
Toyota: 233.890 unit (31,9 persen)
Daihatsu: 140.894 unit (19,2 persen)
Honda: 88.389 unit (12 persen)
Mitsubishi Motors: 76.397 unit (10,4 persen)
Suzuki: 63.549 unit (8,7 persen)
Nissan: 3.033 unit (0,4 persen)
Mazda: 2.495 unit (0,3 persen).
Total pasar Januari-Desember 2022: 1.013.582 unit.
