Penjualan Mobil Naik 32,9 Persen di Juni 2026, Model xEV Laris Manis

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peresmian pembukaan pameran otomotif GIIAS Surabaya 2025, Rabu (27/8/2025).  Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian pembukaan pameran otomotif GIIAS Surabaya 2025, Rabu (27/8/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan

Penjualan mobil periode Juni 2026 mencatatkan pertumbuhan positif, baik data distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) maupun penyaluran dari diler ke konsumen langsung (retail) berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo.

Selama bulan ke-6, penjualan wholesales angkanya mencapai 77.550 unit atau naik 12 persen dibanding Mei yang memperoleh 69.219 unit, artinya ada selisih 8.331 unit. Pun dengan retail yang jumlahnya 74.507 unit, naik 3,9 persen dibanding Mei yang totalnya 71.687 unit.

Tren serupa juga terjadi untuk performa bulanan secara Year-on-Year (YoY) yang melonjak 32,9 persen, dari sebelumnya pada 2025 mencatatkan angka 58.363 unit menjadi 77.550 unit pada Juni tahun ini. Surplus 19.187 unit.

Setali tiga uang, kurva retail tahunan ikut melompat sebesar 19,6 persen dibanding Juni 2025 yang peroleh 62.292 unit. Selisihnya mencapai 12.215 unit dibanding dengan hasil terbaru bulan kemarin yang jumlahnya 74.507 unit.

Mobil listrik BYD di IIMS 2026. Foto: Sena Pratama/kumparan

Figur penjualan yang menguat ini otomatis mengunci rapor hijau untuk performa kumulatif sepanjang semester pertama (Januari-Juni) 2026 yang berhasil mendulang angka wholesales 436.564 unit atau tumbuh 15,9 persen dibanding periode serupa 2025.

Selama Januari-Juni 2026 pula, penjualan retail juga tak kalah meningkat sebesar 10,5 persen. Semula 392.778 unit, menjadi 433.848 unit atau perbedaan volume dari keduanya mencapai 41.070 unit.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara memandang optimisme capaian target penjualan kendaraan roda empat atau lebih dapat menembus 850 ribu unit hingga tutup tahun 2026, benar-benar bisa terealisasi.

"Sampai Mei (2026) itu masih lebih baik dibanding 2025 (YoY). Perlu kita ketahui di 2025 itu kan ada insentif BEV CBU, sekarang sedang tidak ada," buka Kukuh ketika dihubungi kumparan, Senin (6/7/2026).

Toyota Veloz Hybrid. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Kukuh menyoroti penjualan kendaraan segmen elektrifikasi (xEV) yang naik daun akhir-akhir ini. Sekarang jenisnya kian beragam mulai dari listrik murni (Battery Electric Vehicle), hibrida seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

"Namun dalam realitanya, penjualan xEV (elektrifikasi) itu masih meningkat, ya. Bahkan sampai saat ini kira-kira total market share xEV itu 26,1 persen, itu semua dari BEV, HEV, sampai PHEV. Artinya setiap satu dari empat mobil baru yang terjual saat ini adalah elektrifikasi," terangnya.

Selain kendaraan elektrik, penjualan lini hibrida seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ikut tumbuh. Selama 2025, keduanya menyumbang angka penjualan sebanyak 71.213 unit.

Rinciannya, HEV dengan total 65.943 unit atau naik 10 persen dibanding 2024 yang peroleh 59.903 unit dan PHEV jumlahnya meningkat drastis menjadi 5.270 unit dibanding periode 2024 yang hanya terangkum 136 unit.