Penjualan Motor September 2026 Naik 9,7 Persen, 5 Juta Unit Sudah Terjual

Pasar sepeda motor domestik selama kuartal tiga 2026 ditutup dengan catatan apik. Data distribusi dari pabrik ke jaringan diler (wholesales) selama periode September mencatatkan angka penjualan 654.343 unit.
Catatan Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), hasil tersebut meningkat 9,70 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencetak 596.461 unit. Secara year-on-year (YoY) juga lebih banyak 15,37 persen dibanding September 2025 yang catatkan 567.173 unit.
Secara kumulatif, total penjualan Januari-September 2026 sudah mencapai 5.016.421 unit. Naik sebesar 3,71 persen kalau melihat jangka waktu serupa tahun lalu yang mencatatkan hasil 4.836.891 unit.
Performa positif tak hanya terjadi di pasar lokal, melainkan juga menular ke sektor pengapalan armada utuh atau Completely Built Up (CBU) ke luar negeri yang sudah berjumlah 55.098 unit. Ini tumbuh 9,64 persen dibanding Agustus sebanyak 50.254 unit.
Pertumbuhan ekspor CBU secara tahunan (YoY) bahkan melesat lebih tinggi hingga 25,44 persen, jika disandingkan dengan catatan September 2025 yang berada di angka 43.926 unit. Akumulasi pengiriman CBU Januari-September 2026 tembus 487.940 unit.
Adapun untuk pengiriman komponen terurai atau Completely Knocked Down (CKD) pada September 2026 tercatat sebanyak 688.319 set, sedangkan ekspor komponen eceran (Part by Part) melonjak drastis hingga mencapai 20.248.586 unit.
AISI sendiri sudah menetapkan proyeksi penjualan anggotanya yang terdiri dari Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, dan Kawasaki untuk 2026 ini minimal lebih dari 6 juta unit. Melewati capaian yang didapat tahun lalu.
"Intinya untuk penjualan dari kita AISI itu sampai dengan akhir tahun akan ke 6,5 (juta unit) sampai 6,7 juta unit. Masih di rentang itu," buka Ketua Bidang Komersial AISI, Yosef Suparman dihubungi kumparan.
Yosef menambahkan, sepeda motor masih menjadi alat transportasi untuk mobilitas masyarakat luas yang paling relevan. Selain untuk konsumsi pribadi, moda ini turut terserap untuk dimanfaatkan di sektor komersial.
"Karena kita kan (penjualan) sudah rebound sejak pandemi Covid-19. Nah itu juga ditopang dari luar pulau Jawa terbesarnya, justru wilayah yang berbasis agrikultur dan perkebunan. Kalau tidak salah sekarang bulan terakhir panen, ya," paparnya.
