Soal Usulan Motor Wajib Rem ABS 2027, Begini Respons Asosiasi

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menilai teknologi apa pun yang dapat meningkatkan aspek keselamatan kendaraan itu penting. Termasuk soal usulan pengamat soal kewajiban penyematan fitur Anti-lock Braking System atau rem ABS.
Peranti yang bekerja pada sistem penghenti laju kendaraan tersebut sejatinya tak benar-benar asing untuk sepeda motor yang dijual di Indonesia saat ini. Sudah ada beberapa model motor yang menggunakan fitur ABS.
Ketua Bidang Komersial AISI, Yosef Suparman mengatakan, asosiasi terus berupaya melakukan kampanye keselamatan dengan berbagai pihak. Utamanya menyangkut aspek teknis pada motor yang dijual di Indonesia.
"AISI itu intens koordinasi dengan pemerintahan, akademisi, kepolisian, dan pemangku kepentingan lah ya. Untuk merumuskan peningkatan keselamatan yang terukur dan efektif," kata Yosef dihubungi kumparan, Selasa (6/10/2026).
Yosef setuju bahwa ABS merupakan salah satu teknologi yang penting dalam mendukung keselamatan berkendara. Namun usulan mengenai kewajiban perangkat tersebut hadir pada semua motor baru yang dijual mulai tahun depan perlu dikaji lebih dalam.
"Keselamatan berkendara kecelakaan, faktor-faktor utama yang menyebabkan kecelakaan, itu tidak hanya terkait dengan fitur teknologi tertentu. Jadi, banyak teknologi, bukan cuma ABS," imbuhnya.
Menurutnya, efektivitas teknologi juga berkaitan dengan karakter berkendara dan kondisi penggunaan kendaraan. Faktor lingkungan perkotaan maupun kondisi jalan menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan.
"Jadi, efektivitas fitur dengan teknologi tertentu, dengan karakter berkendara. Jadi, kalau di urban, apakah ini gitu ya, dan juga kondisi jalan," jelas Yosef.
ABS, pengaruhi harga jual
AISI juga mempertimbangkan aspek keterjangkauan produk di tangan konsumen. Teknologi apa pun yang disematkan pada suatu produk dinilai akan sangat berpengaruh pada harga jual.
"Kalau teknologi tertentu, harga sepeda motor menjadi naik kalau diterapkan secara kewajiban, bisa berpengaruh terhadap affordability konsumen kita," ujarnya.
Karena itu, AISI belum menyampaikan dukungan terhadap penerapan satu teknologi secara mutlak. Menurut Yosef, jenis teknologi keselamatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik konsumen.
"Pilihan-pilihan jenis-jenis fitur itu disesuaikan, dengan mempertimbangkan berbagai macam faktor," pungkasnya.
AISI tetap menyatakan pentingnya peningkatan keselamatan berkendara. Namun, asosiasi menilai pembahasan mengenai ABS perlu dilakukan secara lebih mendalam agar penerapannya dapat terukur dan efektif.
