Toyota Hilux Terbaru Kompatibel dengan Solar B50

Toyota Hilux memasuki generasi ke-9, kedatangannya di Indonesia tahun ini bersamaan dengan awal implementasi bahan bakar jenis solar B50 atau biodiesel yang memiliki kandungan unsur nabati sebesar 50 persen.
Sama seperti sebelumnya, Toyota Hilux ditawarkan dalam dua versi kabin yakni double cabin dan single cabin yang berpenggerak 4x4. Model pertama menyasar kalangan yang lebih privat dan penggemar segmen SUV bak terbuka, satu lagi murni diperuntukkan komersial.
Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma menyampaikan Toyota Hilux anyar tersebut telah mengusung mesin diesel terbaru berkode 1GD-FTV 2.800 cc. Serupa dengan model ber-platform IMV seperti Innova Reborn dan Fortuner sekarang.
"Menghasilkan tenaga 201 horse power dan torsi 500 Nm untuk transmisi otomatik dan 430 Nm untuk transmisi manual. Performa tersebut dipadukan dengan penggerak 4WD dan rear differential lock untuk traksi lebih meyakinkan," kata Bansar di ICE BSD, (3/8/2026).
Menggunakan dapur pacu yang terbilang canggih, Bansar mengimbau kepada pemilik untuk menggunakan bahan bakar yang dianjurkan pabrikan. Namun, ia tak menampik ada saja konsumennya yang akan menggunakan bisolar seperti B50.
"Tetapi tetap, kami mengharapkan bahwa kami selalu menyarankan, merekomendasikan pelanggan untuk menggunakan fuel sesuai dengan yang tertera di instruksi manual. Jangan lupa, regular maintenance itu tetap sebaiknya," jelasnya.
Karena disematkan dengan mesin dan rancang bangun serupa seperti Fortuner saat ini, Bansar menyampaikan Hilux di atas kertas tetap bisa menenggak solar B50. Pihaknya hingga kini masih melakoni uji coba tersebut.
"Sebetulnya begini, memang kan kita kemarin sudah mengikuti dari yang kita ikutkan waktu itu, Fortuner ya. Secara teknologi sama, konstruksi sama, pastinya dia kompatibel," papar Bansar.
Rangkaian uji coba melibatkan unit Toyota Fortuner itu dilakukan untuk melihat kemampuan performa mesin dan potensi dampak yang ditimbulkannya. Salah satu hal yang diamati adalah kinerja komponen penyaring bahan bakar setelah konsisten menggunakan solar B50.
"Kalau untuk B50, kami melakukan pengujian hingga 50 ribu kilometer. Sejauh ini, kami belum menemukan adanya kendala sama sekali," pungkas Bansar.
