Toyota Indonesia Harap Pemberian Insentif Berdasarkan Kontribusi Industri

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota gandeng Garuda Inonesia hadirkan layanan untuk konsumen. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota gandeng Garuda Inonesia hadirkan layanan untuk konsumen. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menanggapi wacana pemberian insentif pemerintah untuk kendaraan elektrifikasi (xEV) yang lebih condong ke jenis mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

Produsen kendaraan roda empat dan lebih terbesar di Tanah Air itu berharap pengadaan stimulus untuk industri otomotif bisa berpihak kepada semua pemain yang menawarkan model ramah lingkungan. Terlepas apa pun teknologinya.

“Kami bukan bicara soal ada atau tidak adanya insentif, yang kami harapkan adalah kebijakannya fair,” buka Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto ditemui di ICE BSD, Tangerang awal pekan ini.

Dirinya yakin pemerintah dapat menerapkan kebijakan dengan landasan dan parameter yang terukur untuk semua jenis teknologi kendaraan yang berorientasi ramah lingkungan. Sesuai dengan target pengurangan emisi karbon oleh negara.

Toyota Exclusive Parking dan Toyota Charging Spot di Summarecon Mall Bekasi. Foto: Dok. Toyota Astra Motor

“Kalau ukurannya penghematan bahan bakar, ya tinggal dihitung saja. Hybrid menghemat berapa, PHEV (Plug-in Hybrid EV) berapa, BEV berapa. Insentif bisa disesuaikan dengan kontribusi masing-masing,” tambah Nandi.

Nandi menilai, semua teknologi kendaraan yang ada, baik itu elektrifikasi maupun konvensional seperti internal combustion engine (ICE), saat ini dirancang agar lebih sedikit dalam penggunaan bahan bakar serta emisi gas buang.

“Kalau ukurannya ketahanan energi, ya semua teknologi yang bisa menghemat bahan bakar harus dihitung. Tinggal besarannya disesuaikan dengan hasil penghematannya,” jelasnya yang juga menyinggung peran pabrikan terhadap kelangsungan industri komponen pendukung.

Sebab, setiap pabrikan yang melangsungkan bisnisnya di dalam negeri berhak mendapatkan kebijakan dan perlakuan yang setara. Nandi memberi contoh regulasi negara tetangga seperti Filipina, yang menyamakan insentif untuk seluruh teknologi, asal diproduksi di dalam negeri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

"Kalau acuannya produksi lokal, ya semua yang diproduksi di Indonesia mendapat perlakuan yang sama. Asal itu tadi kebijakannya fair,” pungkas Nandi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar soal pemberian insentif tambahan apabila Toyota sanggup memindahkan fasilitas manufakturnya di kawasan ASEAN ke Tanah Air.

"Perbaikan iklim investasi akan terus kita lakukan. Perusahaan Jepang ada di sini? Toyota? Kita juga akan dukung Toyota, tetapi pindahkan (manufaktur) dari Thailand ke Indonesia," katanya saat sambutan Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026, ICE BSD, Selasa (4/8).

Purbaya juga berbicara soal kepastian insentif untuk kendaraan listrik tahun ini. Dia menyebut, kebijakan itu akan diumumkan dalam waktu dekat oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Banyak orang mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mendukung EV, katanya tahun ini subsidi hilang dan sebagainya. Pak Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan kita dari impor minyak. Maka dari itu kita mempromosikan EV, makanya kita akan melanjutkan (insentif)," ucapnya.

Purbaya membeberkan paket stimulus pembelian kendaraan listrik untuk roda dua dan roda empat yang rencananya akan disediakan sebanyak 500 ribu unit.

"Pasar kendaraan listrik telah meningkat hampir 15 kali lipat dalam empat tahun terakhir. Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong produksi, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, tenaga kerja, dan industri nasional," jelasnya.