Toyota Indonesia Jawab Permintaan Menkeu Soal Relokasi Manufaktur dari Thailand

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Toyota. Foto: Kazuhiro Nogi / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Logo Toyota. Foto: Kazuhiro Nogi / AFP

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto coba menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya yang coba bujuk Toyota agar menjadikan Indonesia sebagai basis produksi merek Jepang itu.

Nandi coba menjelaskan, saat ini pabrik Toyota yang berada di Indonesia maupun di Thailand sama-sama memiliki peran strategis di kawasan ASEAN. Mulai dari skala, model, hingga kapasitas manufaktur setiap negara.

"Ekosistem kita MPV kan sehingga makanya Kijang ada di kita kalau komersial ada di mereka, SUV juga mulai ada sehingga kita mulai memproduksi. Nah karena ekosistem ada di mereka, sehingga suplier dan lain-lain di sana," buka Nandi ditemui di ICE BSD, Selasa (4/8).

Selain itu, karena dua negara berada pada kawasan yang sama, Indonesia dan Thailand memanfaatkan kerja sama dagang yang membuat efisiensi produksi dari aspek biaya hingga distribusinya bisa mirip.

Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto memberikan keterangan pers terkait kerjasama pengembangan baterai kendaraan elektrifikasi bersama dengan CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited) di Tangerang, Senin (20/4/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

"Dari sisi kemampuan manufaktur, sebenarnya tidak ada kendala. Kami pernah melakukan studi. Secara teknis, kendaraan tersebut menggunakan platform body-on-frame yang sama. Perbedaannya hanya pada dimensi dan panjang sasis, sementara masing-masing punya ekosistem sendiri. Sehingga kalau produksi di sini pun itu secara harga nggak terlalu berubah," ucap Nandi.

Kendati begitu, Nandi menegaskan pihaknya akan tetap mengikuti rekomendasi dan peraturan pemerintah.

"Menurut kami, yang paling penting adalah bagaimana membangun ekosistem industri di Indonesia. Kalau ekosistem industrinya bisa dibawa ke Indonesia, tentu itu akan lebih baik," pungkasnya.

Sementara itu, Purbaya berkelakar pemberian insentif tambahan apabila Toyota sanggup memindahkan fasilitas manufakturnya di kawasan ASEAN ke Tanah Air.

Deretan mobil di pabrik PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

"Perbaikan iklim investasi akan terus kita lakukan. Perusahaan Jepang ada di sini? Toyota? Kita juga akan dukung Toyota, tetapi pindahkan (manufaktur) dari Thailand ke Indonesia," katanya saat sambutan Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026, ICE BSD, Selasa (4/8).

Dirinya menilai, Indonesia secara geografis memiliki wilayah yang luas dengan potensi pasar yang masih menjanjikan dan terus bertumbuh.

"Tapi kalau dilakukan ke depannya saya kasih insentif banyak. Kita kan negara besar, kenapa pusatnya di Thailand. Insentif banyak kalau Anda pindahkan basis produksi dari Thailand ke Indonesia," jelasnya.