Edukasi Kreatif Siswa Teluk Lombok Lewat Diorama Ekosistem Laut dan Teknologi AR

Kelompok 6 KKN Bina Desa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman 2025 berlokasi di Dusun Teluk Lombok, Desa Sangkima, Kec. Sangatta Selatan, Kab. Kutai Timur
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN BINA DESA KELOMPOK 6 TELUK LOMBOK tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Teluk Lombok bukan sekadar pesisir biasa di Kutai Timur. Bagi warga sekitar, laut ini adalah sumber kehidupan, tempat bermain, dan rumah bagi banyak makhluk laut yang indah dan unik. Sayangnya, tidak semua generasi muda bisa mengenal kekayaan alam ini dari dekat. Itulah yang mendorong Mahasiswa KKN Kelompok 6 Bina Desa Universitas Mulawarman datang ke SDN 013 Sangatta Selatan membawa perpaduan teknologi dan kreativitas untuk mengenalkan dunia laut dan pesisir dengan cara yang seru dan mudah dipahami. Tujuannya sederhana, yaitu mengenalkan keindahan dan kekayaan alam Teluk Lombok kepada anak-anak dengan cara kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
Anak-anak kelas 4 dan 5 diperkenalkan pada teknologi Augmented Reality (AR) yang menampilkan flora dan fauna Teluk Lombok dalam bentuk 3D. Begitu mereka memindai gambar marker dengan handphone, berbagai objek 3D muncul di layar, seolah nyata di depan mata. “Ikan ini kayak ngambang di atas!” seru Iksal, siswa kelas 5, dengan mata berbinar. Anak-anak lain tak kalah antusias, ada yang memutar gambar pohon kelapa untuk melihat detail daunnya, ada pula yang mencoba mendengar penjelasan dan suara dari setiap flora dan fauna dari aplikasi.
Dibimbing mahasiswa KKN, mereka belajar menggunakan aplikasi AR untuk menjelajahi flora dan fauna seperti ikan berwarna cerah, bentuk buaya, hingga pohon kelapa. Mereka antusias memilih marker dan mendengar penjelasan singkat tentang ekosistem. Kegiatan ini tak hanya membuat mereka kagum, tapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam Teluk Lombok. Pengalaman ini membuka mata mereka pada keajaiban teknologi sekaligus kekayaan alam di sekitar.
Kegiatan berlanjut dengan pembuatan diorama ekosistem pantai Teluk Lombok. Sebelum dimulai, anak-anak kelas 4 dan 5 diberi materi tentang pengertian diorama dan cara mengolah sampah menjadi miniatur diorama. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan dibekali beragam bahan seperti tisu, pasir, kerikil, rumput bubuk, spons, ranting pohon bakau, kerang-kerangan, pewarna makanan, cat akrilik, dan lem. Dengan bimbingan para mahasiswa KKN, mereka membuat hamparan pasir, pepohonan dari spons dan ranting pohon bakau, membuat laut dengan tisu, kemudian mewarnai laut dengan cat akrilik, hingga menambahkan detail dengan kapal-kapalan dari kertas, bintang laut dan kerang. “Kami bikin pantai Teluk Lombok yang bagus versi kami sendiri!” kata mereka dengan bangga. Setiap kelompok menghasilkan diorama unik dengan sentuhan kreatif mereka masing-masing, menggambarkan pantai Teluk Lombok versi mereka sendiri.
Menariknya, bahan yang digunakan untuk pembuatan diorama ini banyak berasal dari lingkungan sekitar, sehingga selain mengasah kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak tentang pentingnya mendaur ulang dan mengurangi sampah.
Kegiatan diakhiri dengan pesan penting bahwa alam Teluk Lombok adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama. Media pembelajaran seperti diorama dan AR hanyalah pintu masuk untuk mengenal alam lebih dekat, sedangkan langkah nyata untuk menjaga dan merawatnya ada di tangan mereka sebagai generasi penerus. Dengan belajar lewat cara yang menyenangkan, anak-anak tidak hanya sekedar mendengar teori, tetapi juga melihat, menyentuh, dan berinteraksi langsung dengan media pembelajaran yang kreatif. Dengan pendekatan kreatif ini, diharapkan tumbuh rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini, sehingga kelestarian Teluk Lombok bisa terus terjaga. Mari bersama dukung generasi muda menjaga warisan alam ini untuk masa depan yang lestari.
