Konten dari Pengguna

Cerita di Balik Halaman : Mengapa Buku Tertentu Sulit Dilupakan?

Septia Nur Rahma

Septia Nur Rahma

Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasakti Tegal

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Septia Nur Rahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambar buku. Foto : Unplash/ Gulfer ERGIN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambar buku. Foto : Unplash/ Gulfer ERGIN

Tidak semua buku meninggalkan kesan yang sama. Ada banyak buku yang sudah kita baca, tetapi tidak semuanya bisa kita ingat sampai lama. Beberapa cerita mungkin selesai dibaca, kemudian perlahan kita lupakan. Namun, ada juga buku tertentu yang entah kenapa tetap tersimpan di ingatan. Mungkin bisa saja karena ceritanya menarik , atau mungkin karena ada bagian tertentu yang terasa dekat dengan kehidupan kita.

Sebuah buku, terkadang tidak hanya berisi cerita. Ada perasaan , pengalaman, dan hal-hal yang mungkin pernah kita rasakan sebelumnya. Sebuah cerita yang kita baca ketika sedang bahagia mungkin memberikan kesan yang berbeda dengan cerita yang sama ketika kita sedang mengalami masa sulit. Menurut GoodStats walaupun zaman sekarang sudah memasuki era digital, prefrensi masyarakat terhadap membaca dalam buku berbentuk fisik masih menjadi minat di kalangan semua orang hingga sampai sekarang. Karena itu, buku bisa menjadi bagian dari suatu masa.

Wajar saja jika buku memiliki hubungan dengan kehidupan kita sehari-hari. Ada kenangan yang ikut tersimpan diantara halaman- halamannya. Dan mungkin, itulaj yang membuat kita tidak benar-benar melupakan buku tertentu. Kita bukan hanya mengingat apa yang kita baca. Tapi kita masih ingat perasaan yang muncul ketika membacanya.

Kita bukan hanya mengingat apa yang kita baca, tetapi kita, mengingat siapa diri kita ketika membacanya. Dan ketika sebuah buku sudah selesai, ceritanya mungkin sudah berhenti di halaman terakhir.

Namun, kesannya bisa tetap tinggal lebih lama di dalam diri kita.