13 Keunikan Rumah Adat Bali dan Bentuk Arsitekturalnya yang Khas

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumah adat Bali dinamakan Gapura Candi Bentar yang bentuknya begitu unik. Arsitekturalnya juga sangat khas dan memiliki nama yang unik pada setiap bagiannya.
Bagi masyarakat di luar Bali, mengenal keunikan rumah adat di sini bisa menjadi tambahan wawasan Nusantara yang bermanfaat. Lantas, bagaimanakah bentuk arsitektural rumah Bali tersebut?
Mengenal Keunikan Rumah Adat Bali
Dikutip dari buku Mengenal Rumah Adat Nusantara, Mia Siti Aminah (2011: 71-72), rumah adat Bali memiliki bagian-bagian yang disesuaikan dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda) yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan. Berikut ini tiga belas nama ruangannya yang menarik untuk diketahui.
1. Bale Benggong
Bale benggong berfungsi sebagai tempat santai dan istirahat sambil mengamati dan menikmati suasana sekitar.
2. Sanggah Penunggu Karang
Sanggah penunggu karang adalah ruangan khusus untuk tempat persembahan sesaji kepada Banaspati dengan tujuan agar terlindung dari bahaya.
3. Bale Wantilan
Bale wantilan atau disebut juga pengambuhan adalah tempat untuk kegiatan masyarakat. Misalnya, untuk keperluan rapat bulanan, pertemuan muda-mudi, latihan menggamel, dan menari sekaligus sebagai tempat pentas.
4. Bale Paruman
Ruangan ini adalah ruang tengah yang difungsikan sebagai tempat musyawarah keluarga. Selain itu, tempat ini juga digunakan untuk mempersiapkan sesaji upacara keagamaan.
5. Kori Agung
Kori agung berfungsi sebagai sekat antara bagian luar dengan ruang dalam yang berwujud sebuah pintu untuk lewatnya para tamu agung.
6. Bale Aling-aling
Tempat ini berfungsi sebagai tempat membaca kitab masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu. Jadi, mereka membaca Weda di sini.
7. Bale Rangki
Ruangan ini dipakai sebagai tempat untuk menyimpan perlengkapan-perlengkapan upacara.
8. Bale Gede
Bale Gede dipakai sebagai tempat pelaksanaan upacara Manusa Yadnya, yakni upacara tentang siklus hidup manusia.
9. Bale Gedong
Bale Gedong digunakan sebagai kamar tidur anak gadis yang belum menikah. Di sini juga dipakai untuk menyimpan keris, benda pusaka, tombak, dan benda berharga lain.
10. Bale Dauh
Bale Dauh atau Bale Singgasari adalah kamar tidur untuk jejaka atau anak laki-laki yang belum menikah.
11. Bale Loji
Bale Loji dipakai sebagai tempat istirahat setelah bekerja dan menjadi tempat menginap tamu ketika berlangsung upacara keagamaan.
12. Bale Jineng
Ruangan ini memiliki tiga bagian yang bagian pertama berada di atas digunakan untuk menyimpan padi, bagian tengah untuk istirahat para petani, dan pada bagian bawah untuk menyimpan peralatan pertanian.
13. Bale Poan
Bale Poan adalah dapurnya rumah adat Bali. Di sini terdapat sanggah pengijeng, yaitu tempat persembahan sesaji kepada Dewa Gede Pengadangan yang rutin digelar setiap hari sebelum masyarakat memulai kegiatan.
Baca juga: 4 Restoran di Beach Walk Bali, Harga Menu di Bawah Rp100.000
Ciri khas bangunan rumah adat Bali, yaitu arsitekturnya yang dipenuhi ukiran, hiasan, peralatan, serta warna. Hiasan itu berfungsi sebagai simbol adat masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk hiasan binatang hingga patung. (IMA)
