Konten dari Pengguna

2 Desa Wisata di Bali yang Menarik untuk Dikunjungi

Seputar Bali

Seputar Bali

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Desa Wisata di Bali  Sumber Unsplash/Ruben Hutabarat
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Desa Wisata di Bali Sumber Unsplash/Ruben Hutabarat

Bali dikenal dengan adat istiadat yang melekat kuat di masyarakatnya. Tak heran jika terdapat beberapa desa wisata di Bali yang membuka pintu bagi wisatawan untuk datang berkunjung.

Dikutip dari Potret Pelaksanaan Desa Bersih Narkoba dan Desa Wisata di Madura, Boedi Mustiko, Helmy Boemiya (2023:64), desa wisata adalah sebuah area pedesaan yang memiliki daya tarik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. Di desa wisata, penduduknya masih memegang tradisi dan budaya yang masih asli.

2 Desa Wisata di Bali dan Keunikannya

Ilustrasi Desa Wisata di Bali Sumber Unsplash/Ruben Hutabarat

Wisatawan akan diajak untuk menikmati suasana tradisional dan mempelajari kehidupan di pedesaan di desa wisata. Berikut 2 desa wisata di Bali yang menarik untuk dikunjungi dengan segala daya tariknya bagi wisatawan.

1. Desa Blimbingsari

Desa Blimbingsari terletak melintang dari timur ke barat dalam wilayah administratif Kabupaten Jembrana. Blimbingsari adalah desa yang asri dengan udara bersih dan sejuk, karena berada di

ketinggian 100 m - 200 m dari permukaan laut.

Dua sungai yang mengalir memasuki Desa Blimbingsari, yaitu sungai Melaya dan sungai Nyangkrut. Sungai Melaya dimanfaatkan sebagai bendungan atau waduk irigasi, sekaligus dimanfaatkan sebagai objek wisata arung jeram.

Daya tarik Desa Blimbingsari juga diperoleh karena daerah sekitarnya. Daerah Grojogan merupakan sebuah taman wisata daerah Jembrana.

Tempat ini dilengkapi dengan lapangan sepak bola, play ground, kawasan outbound. Selain itu, juga terdapat tempat berenang dengan air terjun yang airnya mengalir dari pegunungan, serta pemandangannya yang sangat indah.

2. Desa Catur

Desa Catur yang berlokasi di Kintamani merupakan desa wisata yang ke-28 di Bali. Desa yang berada di ketinggian 1.250 m di atas permukaan laut ini terletak di ujung barat Kecamatan Kintamani.

Letak yang strategis dan akses jalan provinsi yang memadai menjadi salah satu kekuatan Desa Catur sebagai desa wisata.

Dikutip dari Katalog Tanaman Herbal, Gusti Bagus, Christimulia (2021:3), daya tarik Desa Catur dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu

  1. Wisata agro, berupa perkebunan kopi arabika, perkebunan jeruk, dan perkebunan bunga gemitir (marigold).

  2. Wisata alam, berupa jalur trekking di areal kebun kopi menuju air terjun Tiying Seni dan Ashram Padma Indah Lestari.

  3. Wisata budaya, berupa perpaduan budaya Hindu Dharma dan Tionghoa, kompleks kuburan Tionghoa, dan Pura Pebini dengan mitologi Dewi Danu.

  4. Wisata herbal, yang dikembangkan dari program pemberdayaan masyarakat dengan produk olahan Catur Wangi.

Baca juga: Desa Wisata Jatiluwih: Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiketnya

Banyak hal yang bisa didapat dengan mengunjungi desa wisata di Bali. Selain rekreasi alam, kunjungan ke desa wisata dapat menambah wawasan tentang masyarakat adat dan budaya Bali. (DIK)