Candi Gunung Kawi, Situs Purbakala yang Dilindungi di Bali

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi Gunung Kawi merupakan tempat wisata sejarah di Bali yang berupa peninggalan masa lalu yang dilindungi oleh pemerintah. Bahkan candi tersebut juga telah ditetapkan sebagai warisan dunia.
Untuk menuju area candi, pengunjung diharuskan menaiki anak tangga. Begitu pula ketika akan meninggalkan lokasi candi. Sehingga butuh kesiapan stamina fisik yang baik.
Candi Gunung Kawi: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Masuk, Fasilitas, dan Daya Tariknya
Lokasi Candi Gunung Kawi berada di Br. Penaka, Tampaksiring, Kec. Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali 80552. Jam operasionalnya, yaitu setiap hari jam 08.00 – 18.00 WITA.
Untuk harga tiket masuk wisatawan domestik, dikenakan tarif Rp30.000 per orang. Sedangkan untuk anak-anak Rp15.000 per anak.
Nantinya, pengunjung akan diberi fasilitas berupa kain kamen di loket setelah membayar tiket. Kain kamen adalah sarung Bali yang biasanya digunakan untuk menutup tubuh bagian bawah.
Fasilitas lainnya berupa adanya warung yang menjual snack dan minuman sepanjang jalan setapak menuju area candi. Ada pula restoran dan toko seni yang bisa dikunjungi oleh pengunjung.
Selain fasilitas tersebut, candi tersebut memiliki beberapa daya tarik di bawah ini.
1. Pengakuan Warisan Dunia dari UNESCO
Mengutip dari situs kebudayaan.kemdikbud.go.id, situs Candi Tebing Gunung Kawi merupakan salah satu situs lansekap subak Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan yang termasuk himpunan lansekap budaya Provinsi Bali dan telah ditetapkan sebagai bagian dari daftar warisan dunia UNESCO.
2. 320 Anak Tangga
Pengunjung akan menuruni anak tangga berjumlah 320. Sepanjang perjalanan ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang keren dengan adanya hamparan sungai dan lembah serta pahatan tebing yang memukau.
Cara ke Candi Gunung Kawi dari Desa Penglipuran
Candi Gunung Kawi bisa ditempuh selama 30 menit dari Desa Penglipuran. Jaraknya sekitar 15 km. Berikut ini panduan rutenya.
Dari Desa Wisata Penglipuran, Jl. Penglipuran, Kubu, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, ambil arah timur menuju Jl. Penglipuran
70 m kemudian, belok kiri di Jl. Penglipuran.
Lanjut berjalan sejauh 4,7 km, lalu belok kiri ke Jl. Linjong sepanjang 130 m.
Kemudian belok kiri ke Jl. Kesumayudha dan lanjutkan perjalanan sejauh 1,9 km.
Kemudian belok kanan dan jalan lagi sejauh 600 m, lalu belok kiri.
500 m kemudian, belok kiri ke Jl. Raya Bitra/Jl. Raya Pengiangan Kawan. Berjalanlah sejauh 4,1 km.
Setelah menemukan belokan, belok kanan ke Jl. Pertiwi Brata dan berjalanlah sejauh 2,2 km.
Belok kanan ke Jl. Yudistira, lalu belok kanan lagi ke Jl. Bayu Brata.
100 m kemudian, sampailah di Candi Tebing Gunung Kawi.
Baca juga: Menelusuri Air Terjun Banyu Wana Amertha di Buleleng
Informasi mengenai Candi Gunung Kawi di atas bisa menjadi referensi untuk pengunjung yang berniat datang ke sana dan mencari info seputar lokasi, jam buka, harga tiket, daya tarik, hingga rutenya. (IMA)
