Konten dari Pengguna

Gembleng Waterfall Bali: Air Terjun dengan Kolam Infinity Alami

Seputar Bali

Seputar Bali

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gembleng Waterfall. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Artem Beliaikin
zoom-in-whitePerbesar
Gembleng Waterfall. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Artem Beliaikin

Bali dikenal dengan pantainya yang memesona, tetapi pulau ini juga menyimpan berbagai destinasi wisata air terjun yang tidak kalah indah. Gembleng Waterfall adalah salah satu contoh terbaik dari keindahan tersembunyi tersebut.

Daya tarik utama dari tempat ini terletak pada kolam alami yang desainnya mengingatkan pada infinity pool. Keunikan ini menarik perhatian banyak pengunjung, termasuk turis dari luar negeri.

Kolam ini memberikan kesempatan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan alam yang menakjubkan, berupa hutan yang eksotis dan hamparan sawah yang menghijau.

Indahnya Gembleng Waterfall dengan Kolam Renang Infinity Alami

Gembleng Waterfall. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Seth Doyle

Gembleng Waterfall menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung. Di sini terdapat kolam renang batu bergaya infinity yang indah, yang bisa digunakan untuk bersantai. Kolam ini terbentuk secara alami, dan sangat ideal sebagai tempat untuk mengabadikan momen melalui foto.

Pemandangan di sekitarnya sungguh luar biasa, memadukan hutan lebat dan sawah menghijau. Bahkan, pada hari yang cerah, pemandangan laut yang menawan pun terhampar di kejauhan.

Perjalanan menuju air terjun ini membutuhkan usaha sedikit ekstra. Berbeda dengan air terjun di Bali pada umumnya, pengunjung harus memulai perjalanan dengan menaiki sejumlah anak tangga terlebih dahulu.

Sekitar 60 anak tangga harus didaki. Namun, tak perlu khawatir, karena anak tangga di sini relatif dangkal dan mudah dilewati akan mengantarkan pengunjung ke lokasi air terjun bertingkat tiga yang menakjubkan ini.

Setelah mendaki anak tangga, pengunjung harus melewati jembatan kayu gantung dan berjalan di atas batu. Meski jalurnya terbilang licin, jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh. Saat tiba, pemandangan yang disuguhkan benar-benar memuaskan.

Penting untuk diingat, Air Terjun Gembleng adalah tempat yang dihormati oleh masyarakat Hindu di Bali. Oleh karena itu, pengunjung diharapkan untuk bertindak sopan dan menghormati adat istiadat setempat, terutama saat bertemu dengan warga lokal.

Cara Berkunjung ke Gembleng Waterfall

Gembleng Waterfall. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Roland Schumann

Air Terjun Gembleng terletak di wilayah Karangasem, bagian timur Bali. Dikutip dari akun Instagram @gemblengwaterfall, tepatnya berada di Desa Telun Wayah, yang juga dikenal dengan nama Desa Tri Eka Buana Sidemen, Bali.

Bagi pengunjung yang berangkat dari area wisata populer seperti Seminyak dan Kuta, perjalanan menuju air terjun ini memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan kendaraan. Sementara itu, jika berangkat dari Gianyar, seperti area Ubud, waktu tempuhnya sedikit lebih singkat, yaitu sekitar 2 jam.

Bagi yang memulai perjalanan dari area Kintamani, terdapat jalur pintas melalui Besakih yang memungkinkan waktu tempuh hanya sekitar 1 jam 30 menit.

Saat ini, kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil sewaan menjadi cara terbaik dan termudah untuk mencapai Bali Timur, termasuk Air Terjun Gembleng. Hal ini dikarenakan belum adanya layanan angkutan umum yang menghubungkan ke lokasi air terjun tersebut.

Untuk masuk ke Air Terjun Gembleng, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket tetap, tetapi donasi sangat diterima. Besaran donasi yang disarankan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000.

Baca juga: Menikmati Keindahan Air Terjun Goa Rang Reng Bali

Perlu diingat, bahwa Gembleng Waterfall dihormati sebagai tempat suci oleh masyarakat Hindu setempat. Tempat ini sering digunakan untuk tradisi melukat atau upacara pembersihan diri.

Dengan demikian, tak perlu heran, jika terkadang akses ke Air Terjun Gembleng ditutup sementara untuk umum. Bisa jadi karena sedang ada upacara keagamaan yang diadakan oleh masyarakat Desa Telun Wayah Sidemen di tempat ini. (CR)