Konten dari Pengguna

Goa Gajah, Goa Buatan di Bali yang Dipenuhi Ukiran Keren

Seputar Bali

Seputar Bali

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Goa Gajah (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Kevin Bosc
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Goa Gajah (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Kevin Bosc

Goa Gajah adalah gua buatan di Bali yang didesain dengan ukiran patung khas Bali berbentuk gajah dan hewan lainnya. Gua tersebut difungsikan juga sebagai tempat ibadah dan boleh dikunjungi wisatawan.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, gua tersebut memiliki kemampuan untuk menyucikan aura. Sehingga banyak wisatawan yang datang ke sini bukan hanya sekadar berwisata religi tetapi juga menyucikan aura.

Lokasi Goa Gajah, Jam Buka, dan Sejarahnya

Ilustrasi Goa Gajah (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Dylan Freedom

Goa Gajah terletak di Bedulu, Kec. Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Gua ini dibuka setiap hari pada jam 08.00–18.00 WITA dan terbuka untuk wisatawan.

Ketika berkunjung ke sini, ada dua kompleks gua yang bisa dikunjungi, yaitu bagian kompleks utara yang merupakan warisan ajaran Siwa dan bagian selatan yang merupakan area Tukad Pangkung.

Tempat ini dinamakan Gua Gajah lantaran ada filosofi tentang gajah yang menjadi dasar pembangunan gua tersebut. Menurut situs invest.baliprov.go.id, gua ini memiliki filosofi Kunjarakunjapada yang artinya  “asrama kunjara”. Kata kunjara dalam bahasa Sansekerta artinya Gajah.

Sedangkan "asrama" merujuk pada tempat tinggal Rsi Agastya yang ada di Mysore, India Selatan. Pada zaman itu, banyak gajah liar yang hidup di sekitar tempat itu. Sehingga gua ini mengingatkan pada asrama kunjarapada yang ada di India.

Sejarah penemuan gua di Bali ini terjadi pasa tahun 1923. Seorang Pejabat Hindia Belanda, L.C. Heyting menemukan arca Ganesha, Trilingga dan Hariti. Semenjak penemuan ini, penelitian terus dilakukan.

Penggalian kemudian dilakukan oleh Dinas Purbakala RI di bawah perintah J.L. Krijgman sejak tahun 1954 sampai 1979. Hasilnya, ditemukan petirtaan kuno yang dilengkapi patung wanita sejumlah enam buah. Di bagian dadanya terdapat pancuran air.

Petirtaan di dekat gua ini dipercaya mampu memberikan vibrasi untuk membersihkan aura. Selain itu, di bagian depan gua ada ruangan khusus untuk menyimpan patung Hariti dan Ratu Brayut.

Patung Hariti merupakan simbol sosok jahat yang kemudian setelah belajar agama Budha, kepribadiannya menjadi baik dan menyukai anak-anak.

Baca juga: 3 Daya Tarik Goa Raja Waterfall dan Harga Tiket Masuknya

Goa Gajah merupakan salah satu gua unik di Bali lantaran guanya bukan gua alami melainkan gua buatan. Di sini banyak ukiran yang berbentuk gajah dan tampak estetik untuk dipotret. (IMA)