Konten dari Pengguna

Istana Tampak Siring, Istana Kepresidenan yang Ada di Bali

Seputar Bali

Seputar Bali

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istana Tampak Siring. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Istana Tampak Siring. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com

Istana Tampak Siring merupakan salah satu istana kepresidenan yang terletak di Bali. Istana ini berjarak sekitar 40 kilometer dari Denpasar dan berada di ketinggian 700 meter dari permukaan laut.

Menariknya, istana ini merupakan satu-satunya istana kepresidenan yang dibangun setelah Indonesia merdeka. Pemandangan di sekitar Tampak Siring sangatlah indah. Di sebelah utara, terlihat jelas Gunung Batur dan di sebelah timur tampak Gunung Agung.

Fungsi Istana Tampak Siring

Istana Tampak Siring. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com

Istana Tampak Siring berfungsi sebagai tempat beristirahat bagi Presiden beserta jajaran keluarga dan tamu-tamu negara. Tamu negara pertama yang menginap di istana ini adalah Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand beserta permaisurinya pada tahun 1957.

Selain menjadi tempat beristirahat, salah satu bagian dari istana negara ini, yakni Wisma Merdeka, sering dijadikan tempat Presiden Soekarno mencari ide, gagasan, serta merumuskan pidato-pidatonya.

Seiring berjalannya waktu, istana ini banyak digunakan dalam kegiatan kepresidenan dan juga sebagai tempat pariwisata yang cukup terkenal. Masyarakat dapat berkunjung ke Istana Tampak Siring ini di jadwal-jadwal tertentu.

Sejarah Istana Tampak Siring

Istana Tampak Siring. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com

Dikutip dari web resmi kementerian sekretariat negara, www.setneg.go.id, Tampak Siring berasal dari bahasa bali, Tampak (telapak) dan Siring (miring). Menurut legenda dari lontar Usana Bali, nama tersebut berasal dari tapak kaki Raja Mayadenawa.

Raja Mayadenawa ini pandai dan sakti, tetapi sayangnya ia bersifat angkara murka. Raja ini juga menganggap dirinya dewa dan menyuruh rakyatnya untuk menyembahnya.

Akibatnya, Batara Indra marah dan mengirimkan bala tentaranya untuk menghancurkan Mayadenawa. Mayadenawa pun lari masuk ke hutan.

Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu, ia berharap para pengejarnya tidak mengenali bahwa jejak yang ditinggalkannya itu ialah jejak manusia atau jejaknya.

Akhirnya Raja Mayaenawa berhasil ditangkap. Namun, dengan sisa kesaktiannya, ia berhasil menciptakan mata air beracun.

Mata air tersebut menyebabkan banyak kematian para pengejarnya setelah mereka meminum air tersebut. Batara Indra kemudian menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun tersebut.

Air penawar racun itu kemudian bernama Tirta Empul (bermakna “air suci”). Sedangkan kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah yang kemudian dikenal dengan nama Tampak Siring.

Baca juga: 3 Rekomendasi Wisata di Tampaksiring yang Wajib Dikunjungi

Demikian informasi tentang istana Tampak Siring yang menjadi salah satu istana kepresidenan di Bali. Menariknya istana ini juga menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi. (SAN)