Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.96.0
Konten dari Pengguna
Mengenal Sejarah Aksara Bali, Salah Satu Aksara Tradisional di Indonesia
18 Maret 2024 15:16 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Seperti namanya aksara atau tulisan ini merupakan tulisan yang berasal dan berkembang di kalangan masyarakat Bali. Aksara ini masih ada hingga saat ini dan bisa dipelajari untuk mengetahui betapa kayanya Indonesia.
Mengenal Sejarah Aksara Bali
Aksara Bali merupakan salah satu warisan budaya takbenda Indonesia yang memiliki nilai historis dan estetika tinggi.
Aksara ini telah digunakan oleh masyarakat Bali selama berabad-abad untuk menulis naskah-naskah kuno yang berisi berbagai aspek kehidupan, seperti agama, filosofi, dan hukum.
Dikutip dari buku Komputerisasi Transliterasi Teks Latin ke Aksara Bali karya Gede Indrawan dkk., (2018) aksara Bali berasal dari aksara Brahmi yang berasal dari India, yang kemudian berkembang menjadi aksara Kawi di Jawa sebelum akhirnya menyebar ke Bali.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut yang membuat aksara ini memiliki beberapa kesamaan yang cukup signifikan dengan beberapa aksara yang berkembang di kawasan Asia Selatan maupun Asia Tenggara yang sama-sama merupakan turunan dari aksara Brahmi.
Penggunaan aksara Bali mengalami pasang surut seiring dengan perubahan zaman. Pada masa kolonialisme Belanda, penggunaan aksara ini mulai ditinggalkan karena adanya kebijakan yang mendorong penggunaan aksara Latin.
Namun, setelah kemerdekaan Indonesia, aksara Bali mulai mendapatkan perhatian kembali sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.
Aksara Bali terdiri dari empat jenis yang masing-masing memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri, berikut adalah penjelasannya.
1. Aksara Wreastra
Aksara Wreastra memiliki kemiripan dengan aksara Jawa, hanya terdiri dari 18 buah aksara yaitu : ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, ma, ga, ba, nga, pa, ja, ya, nya.
ADVERTISEMENT
2. Aksara Swalalita
Aksara Swalalita terdiri dari 47 buah, dengan 14 buah huruf vokal dan 3 buah huruf konsonan. Aksara suara atau huruf vokal di antaranya: A, a, I, i, U, u, E, Ai, O, Au, re, ro, le, dan le.
3. Aksara Wijaksara
Sedangkan aksara Wijaksara terdiri atas Rwa bhineda, Ongkara, Triaksara, Panca Brahma, Pancaksara, Desaksara, Sodasaksara, dan Caturdasaksara.
4. Aksara Modre
Terakhir aksara Modre menjadi aksara yang sulit dibaca, karena banyak penggunaan pangangge aksara. Aksara ini juga menggunakan gambar-gambar tertentu. Pada akhirnya untuk membaca aksara ini merujuk pada petunjuk contoh Siwa Griguh dan Lontar Krakah.
Dengan mengenal sejarah dan nilai yang terkandung dalam aksara Bali , dapat lebih menghargai kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia dan turut serta dalam upaya pelestarian budaya tersebut. (WWN)
ADVERTISEMENT