Menilik Daya Tarik Pura Batur Desa Adat Galiukir

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pura Batur Desa Adat Galiukir adalah salah satu pura yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi di Bali. Pura yang satu ini ada di Desa Adat Galiukir.
Di Bali, banyak desa adat yang masih menjaga adat dan juga tradisi leluhur hingga saat ini. Hal tersebut tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang untuk berkunjung.
Daya Tarik Pura Batur Desa Adat Galiukir
Dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Bali https://disparda.baliprov.go.id, Desa Adat Galiukir adalah salah satu desa adat yang berada di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.
Desa adat ini memiliki luas wilayah sekitar 1.000 hektar dan jumlah penduduk sekitar 2.000 jiwa. Desa adat ini terkenal dengan keindahan alamnya yang masih asri dan sejuk, serta budayanya yang kental dan lestari.
Desa adat ini juga memiliki beberapa potensi, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan pariwisata. Salah satu daya tarik dari desa adat ini adalah memiliki Awig-Awig, yaitu peraturan adat yang mengatur tentang tata cara hidup bermasyarakat, beragama, dan berbudaya.
Desa Adat Galiukir juga memiliki beberapa pura salah satunya adalah Pura Batur Desa Adat Galiukir. Pura ini merupakan salah satu dari sembilan pura yang ada di desa adat tersebut serta didedikasikan untuk memuja Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta.
Ada beberapa daya tarik dari pura yang satu ini, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Arsitektur yang Menarik
Salah satu daya tarik dari pura yang satu ini adalah arsitekturnya. Pura ini memiliki arsitektur yang unik dan menarik. Pura ini terdiri dari tiga bagian, yaitu jaba sisi, jaba tengah, dan jeroan.
Jaba sisi adalah bagian paling luar yang berfungsi sebagai tempat parkir dan penjagaan. Jaba tengah adalah bagian tengah yang berisi beberapa bale, seperti bale gong, bale kulkul, dan bale pesandekan.
Jeroan adalah bagian paling dalam yang berisi beberapa meru, seperti meru tumpang tiga, meru tumpang lima, dan meru tumpang sebelas. Meru adalah bangunan beratap tinggi yang melambangkan gunung suci.
2. Upacara Adat
Daya tarik lainnya dari pura yang satu ini adalah upacara adat yang masih rutin dilakukan oleh masyarakat seperti piodalan, ngusaba, dan ngenteg linggih. Piodalan adalah upacara yang dilakukan setiap enam bulan sekali berdasarkan kalender Bali untuk merayakan hari ulang tahun pura.
Ngusaba adalah upacara yang dilakukan setiap tahun sekali untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan kepada Dewa Wisnu. Ngenteg linggih adalah upacara yang dilakukan setiap lima tahun sekali untuk memperbarui dan membersihkan perabotan suci di pura.
3. Memiliki Batu Keben
Daya tarik terakhir dari pura ini adalah memiliki batu keben yang dipercaya sebagai stana Sang Pemurah, yaitu Dewa Wisnu dalam wujud Garuda. Batu keben adalah batu yang berbentuk bulat dan berwarna hitam.
Batu ini dipercaya memiliki kekuatan magis dan bisa memberikan berkah kepada siapa saja yang memohon dengan tulus.
Baca juga: 3 Gereja di Bali Paling Unik yang Wajib Diketahui Umat Nasrani
Demikian adalah pembahasan mengenai Pura Batur Desa Adat Galiukir yang bisa dijadikan destinasi wisata religi saat ke Bali. (WWN)
