Upacara Potong Gigi di Bali: Menyelami Warisan Budaya Pulau Dewata

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Hindu memiliki sejumlah tradisi yang masih dijalankan hingga saat ini. Salah satunya adalah upacara potong gigi di Bali. Sama seperti upacara keagamaan lainnya, upacara potong gigi juga dilakukan dengan tujuan tertentu.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa hal yang harus disiapkan sebelum tradisi ini dilakukan. Upacara keagaman ini sangat penting bagi umat Hindu.
Upacara Potong Gigi di Bali
Dikutip dari Integrasi Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal, Hasyim, dkk (2022:58), upacara potong gigi di Bali disebut Mepandes atau Metatah. Upacara ini dilakukan dengan memotong atau meratakan empat buah gigi seri dan dua buah gigi taring.
Setelah gigi diratakan atau dikikir, orang yang Mepandes diminta untuk mencoba enam rasa, yaitu manis, asam, pahit, asin, sepat, dan pedas. Setiap rasa tersebut memiliki maknanya masing-masing. Berikut penjelasannya.
Rasa manis melambangkan kebahagiaan.
Rasa asam dan pahit melambangkan ketabahan dalam menjalani hidup yang keras.
Rasa asin melambangkan kebijaksanaan.
Rasa sepat melambangkan ketaatan pada norma atau peraturan yang berlaku.
Rasa pedas melambangkan amarah yang harus dikontrol.
Upacara Mepandes bermakna amat dalam bagi umat Hindu. Beberapa makna tersebut adalah sebagai berikut.
Sebagai tanda beralihnya seorang manusia menjadi manusia sejati yang mampu menahan diri dari godaan nafsu.
Orang tua melakukan Mepandes untuk memenuhi kewajiban terhadap anaknya supaya bisa mendapatkan hakikat manusia sejati.
Supaya orang tua dan anak bisa bertemu di surga setelah meninggal dunia.
Sarana Mepandes
Upacara potong gigi merupakan salah satu upacara sakral umat Hindu. Sebelum melaksanakan upacara Mepandes, ada sejumlah hal yang harus dipersiapkan sebagai berikut.
Sesajen
Bale-bale yang dilengkapi dengan dipan yang baru dibuat, bantal, kasur, seprai atau tikar dengan gambar Sang Hyang Semara dan Sang Hyang Ratih.
Kelapa kuning yang sudah dilubangi dan airnya dibuang. Kelapa ini digunakan sebagai wadah untuk membuang liur peserta Mepandes.
Bokor yang berisi perlengkapan mengikir gigi seperti pahat, daun sirih, dan cermin.
Beberapa helai kain putih untuk menutup badan peserta saat pemotongan gigi berlangsung.
Baca juga: Mengenal 7 Kebiasaan Orang Bali dalam Kebaikan dan Kehidupan Antarmanusia
Jadi, upacara potong gigi di Bali disebut sebagai Metatah atau Mepandes. Upacara ini memiliki makna mendalam dan wajib untuk dilakukan. (KRI)
