Konten dari Pengguna

Bala Bala Gangster, Warung Gorengan Populer di Bandung

S

Seputar Bandung

Akun yang membahas tentang kota Bandung

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

bala bala gangster. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya.Sumber: Unsplash/Joshua Hoehne
zoom-in-whitePerbesar
bala bala gangster. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya.Sumber: Unsplash/Joshua Hoehne

Bala bala Gangster adalah salah satu warung gorengan yang populer di kota Bandung. Warung ini menawarkan berbagai macam gorengan yang tidak hanya lezat, tetapi juga unik.

Dikutip dari Buku 38 Inspirasi Usaha Makanan Minuman untuk Home Industry, Yuyun A, (2010: 141), gorengan adalah aneka makanan ringan dalam bentuk potongan kecil yang digoreng dengan minyak. Jenis gorengan yang paling umum adalah tahu, tempe, bala-bala, ubi rambat, pisang goreng, risoles, dan lain-lain.

Daya Tarik Bala Bala Gangster di Bandung

bala bala gangster. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya.Sumber: Unsplash/Inna Safa

Bala Bala Gengster di Bandung memang memiliki daya tarik unik membuatnya begitu populer. Bala-bala ini merupakan gorengan yang sangat terkenal di kota Bandung, terutama di daerah Ujungberung.

Ukurannya yang besar dan mengenyangkan, sehingga sering disebut sebagai gorengan jumbo. Waktu operasionalnya adalah malam hari, sering menjadi salah satu pilihan favorit bagi para pekerja malam, mahasiswa, dan pemuda di sekitar Ujungberung untuk membeli camilan ini.

Walaupun namanya mengandung kata “gangster”, tetapi tidak ada hubungannya dengan berandal gangster bermotor. Nama ini muncul pada waktu operasionalnya yang seringkali bertepatan dengan aktivitas malam para gangster.

Asal Mula dan Perjalanan Usaha Bala Bala Gangster

bala bala gangster. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya.Sumber: Unsplash/Fikri Rasyid

Bala Bala Gengster bermula dari sebuah tragedi yang pernah dialami oleh pemiliknya, yaitu Pak Ade saat tinggal di Bayongbong, Garut, kampung halaman Pak Ade.

Tragedi tersebut sempat memporak porandakan mimpi-mimpi usaha Pak Ade di masa muda. Di tahun-tahun sebelum Bala Bala Gengster eksis, Pak Ade sempat mencoba berbagai usaha kecil-kecilan untuk menghidupi kelurganya. Beberapa usaha yang ia tekuni, termasuk salah satunya membuka warung dan toko kelontong.

Usaha tersebut sempat cukup sukses, sehingga Pak Ade dapat naik kelas dengan membuat toko kelontong di salah satu pasar di kawasan Bayongbong.

Toko kelontong menjadi tumpuan harapan Pak Ade untuk terus menafkasi keluarganya. Sambil berharap, toko terus bertumbuh besar, harapan tersebut harus pupus, karena peristiwa pada tahun 2003 datang tanpa diduga.

Toko kelontong dan seluruh dagangan Pak Ade di pasar dilalap si jago merah. Namun, kekecewaan tersebut tidak membuatnya hilang akal.

Beberapa waktu Pak Ade melamun dan berpikir keras, dan dengan modal seadanya, Pak Ade memutuskan mencari peruntungan di perantauan, Kota Bandung dipilih lantaran sudah ada beberapa kolega dan saudara yang menetap di sana.

Pak Ade mulai menjual gorengan di area Ujungberung sejak 2004. Gorengan dijual cukup standar, seperti bala-bala, gehu, pisang goreng, tempt, dan cireng. Namun, yang membedakan gorengan Pak Ade dengan gorengan di tempat lain adalah ukurannya yang lebih besar dan padat.

Perbedaan lain adalah waktu operasionalnya Pak Ade yang berjualan sejak pukul 20.00-03.00 WIB. Di mana gorengan-gorengan lain lazimnya beredar sejak pagi hingga petang.

Untuk yang ingin mencicipi langsung gorengannya, lokasinya ada di Jl. Nagrog Pasanggrahan, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat 40618.

Baca juga: Warkop 2 Lantai Bandung: Kafe Estetik dengan Harga Murah Meriah

Bala Bala Gangster menawarkan konsep warung gorengan yang cukup unik, dengan menu variatif. Tempatnya berhasil mencuri perhatian pencinta kuliner di Bandung, karena tidak hanya lezat, tetapi juga mengenyangkan. (ERI)