Berwisata ke 3 Kampung Adat di Bandung yang Menarik
Akun yang membahas tentang kota Bandung
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wisata kampung adat di Bandung dapat para wisatawan datangi saat liburan panjang atau di akhir pekan. Kampung adat sendiri adalah suatu kampung atau komunitas tradisional yang berada dalam sebuah wilayah tertentu.
Kawasan tersebut dikelola dengan menerapkan adat dan istiadat di daerah tersebut. Sehingga ada kalanya peraturan yang ada di kampung adat tadi mempunyai perbedaan dengan kampung yang bukan termasuk kampung adat.
Rekomendasi Wisata Kampung Adat di Bandung
Biasanya, kampung adat mempunyai hak ulayat yang digunakan untuk mengurus wilayahnya dan mempunyai keterikatan yang erat dengan lingkungan hidup kampung tersebut berada. Salah satu kampung adat yang sering didatangi wisatawan, yaitu kampung adat Sunda.
Jawa Barat yang didominasi suku Sunda mempunyai adat-istiadat menarik yang hingga sekarang masih terjaga kelestariannya. Berikut tiga wisata kampung adat di Bandung yang dapat wisatawan kunjungi.
1. Kampung Adat Cikondang
Kampung Adat Cikondang secara administrasi masih merupakan wilayah di kelurahan Lamajang yang merupakan salah satu desa di kecamatan Pangalengan. Pernah terjadi kejadian memilukan di kampung ini.
Tepatnya di tahun 1942, terjadi sebuah kebarakan hebat yang menghanguskan sebagian besar rumah yang ada di sana. Konon hanya satu rumah yang tersisa dan rumah yang tersisa ini usianya telah hampir 200 tahun.
Rumah yang disebut dengan rumah Adat Cikondang ini akan terlihat lebih tinggi di antara rumah lainnya. Ciri khas yang dimiliki rumah adat ini adalah atapnya yang menjulang dan bahan atapnya dari rumbia yang disusun secara bertumpuk.
Di kampung ini, wisatawan akan dapat menyaksikan makam keramat, hutan yang dikeramatkan, lesung, dan lumbung padi. Serta ada pula balai pertemuan yang bentuknya sangat khas Sunda.
2. Kampung Mahmud
Kampung Mahmud merupakan contoh Kampung Adat Sunda Jawa Barat yang menjadi saksi bisu dari pusat penyebaran agama islam di daerah Priangan. Kampung Mahmud ini masih berada di kota Bandung, tepatnya di desa Mekar Rahayu, kecamatan Margaasih.
Diperkirakan kampung adat ini telah berdiri semenjak abad ke-17. Seperti kampung adat lainnya yang ada di daerah Jawa Barat, rumah adat ini dibuat panggung dengan atap menjulang, serta menggunakan rumbia sebagai bahan penutup atapnya.
Sebagai salah satu pusat awal berkembangnya ajaran Islam di daerah Priangan, tidak aneh apabila di kampung ini sangat kuat nilai-nilai keislamannya. Selain itu, di kampung ini terdapat pula makam dari seorang ulama besar di masanya yang bernama Eyang Abdul Manaf.
3. Kampung Dukuh
Berbeda dengan kampung adat lainnya yang masih memiliki akses yang mudah ke pusat kota, kampung ini letaknya bisa dikatakan berada di dalam hutan. Sehingga akses menuju ke kampung ini terbilang lumayan sulit.
Hal ini pulalah yang kemudian menjadikan kampung ini nyaris tidak terjamah modernisasi. Bahkan dapat dikatakan tidak ada satu orang warga yang menggunakan alat elektronik.
Dikutip dari situs resmi badan-penghubung.jabarprov.go.id, secara administrasi, kampung ini berada di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat. Setidaknya ada 42 rumah dengan ciri khas Sunda dan 1 masjid yang ada di pemukiman kampung Dukuh.
Pemukiman tersebut dihuni oleh sekitar 172 warga kampung Dukuh Dalam dan 70 kepala keluarga kampung Dukuh luar. Rumah yang ada di kampung Dukuh ini berdinding anyaman bambu dengan atap yang terbuat dari rumbia.
Baca juga: Wisma Karya Subang: Objek Wisata Sejarah Menarik
Demikianlah beberapa rekomendasi kampung adat di Bandung yang dapat para wisatawan datangi saat liburan. (Gin)