Konten dari Pengguna

Sejarah Masjid Al Ukhuwah Bandung, dari Rumah Setan hingga Graha Pancasila

S

Seputar Bandung

Akun yang membahas tentang kota Bandung

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi Masjid Al Ukhuwah Bandung, Bukan Tempat Sebenarnya      Sumber Unsplash/SR
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi Masjid Al Ukhuwah Bandung, Bukan Tempat Sebenarnya Sumber Unsplash/SR

Masjid Al Ukhuwah merupakan masjid agung kebanggaan warga Bandung. Di balik kemegahan dan kecantikannya, Masjid Al Ukhuwah Bandung menyimpan sejarah yang menarik untuk diketahui.

Dikutip dari Pendidikan Islam di Indonesia, Haidar Putra Daulay (2019:41), pembangunan masjid raya atau masjid agung adalah bagian dari upaya memakmurkan masjid. Pelaksanaannya dengan mendirikan masjid agung di setiap Kabupaten.

Sejarah Masjid Al Ukhuwah Bandung yang Menarik untuk Disimak

Foto Hanya Ilustrasi Masjid Al Ukhuwah Bandung, Bukan Tempat Sebenarnya Sumber Unsplash/Febiyan

Masjid Al Ukhuwah Bandung menjadi tempat kegiatan acara keagamaan Islam, seperti ibadah, kajian, dan pesantren. Siapa yang menyangka jika sejarah masjid ini berkaitan dengan sekte pemuja setan.

Masjid ini menjadi saksi bisu, bahwa Bandung sempat menjadi pusat gerakan Vrijimetselarij atau Freemasonry di Hindia Belanda. Saat itu, bangunan ini dinamakan Loge Sint Jan.

Loge (Loji) Sint Jan berdiri pada tahun 1896. Loge Sint Jan merupakan Loge (sebutan untuk tempat ibadah penganut freemason) ke-13 di Hindia Belanda.

Konon, berbagai upacara ritual asing dan aneh pernah dilakukan di dalam Loge Sint Jan. Karena kegiatannya tersebut, masyarakat Bandung pun menjuluki bangunan ini dengan Rumah Setan.

Salah satu kegiatan positif dari penganut gerakan Freemason ini, adalah membuka perpustakaan bernama "De Openbare Bibliotheek van Bandoeng".

Perpustakaan ini bahkan menjadi sumber buku-buku referensi Presiden Soekarno, saat menulis pledoi berjudul "Indonesia Menggugat".

Masih banyak kegiatan positif lain yang dilakukan oleh pengikut aliran Freemason ini, antara lain pembinaan terhadap remaja bermasalah, pemberian kredit ringan untuk usaha, dan mendirikan sekolah-sekolah, serta lembaga tuna netra.

Pada tahun 1960, bangunan Loge Sint Jan dibongkar. Hal ini sebagai dampak atas adanya pelarangan Loge Agung Indonesia dan organisasi lain, dengan alasan pengikut ajaran terlarang Freemason.

Tak lama setelah dibongkar, dibangunlah sebuah gedung baru yang dinamakan Graha Pancasila. Karena kesalahan penataan bangunan, Graha ini juga tidak berumur panjang.

Setelah dibongkar, akhirnya pembangunan Masjid Al-Ukhuwah resmi dimulai. Setelah dibuka pada tahun 1998, masjid ini pun digunakan oleh masyarakat hingga sekarang.

Baca juga: Menelusuri Masjid Istiqamah Bandung dan Sejarahnya

Masjid Al Ukhuwah Bandung berlokasi di daerah Wastukencana. Masjid ini hanya berjarak 100 m dari Balai Kota Bandung.(DIK)