Konten dari Pengguna

Sejarah Monumen Perjuangan Bandung yang Penuh Cerita

S

Seputar Bandung

Akun yang membahas tentang kota Bandung

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Monumen Perjuangan Bandung. Sumber: unsplash.com/ Neermana Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Monumen Perjuangan Bandung. Sumber: unsplash.com/ Neermana Studio

Bangunan bersejarah di Paris Van Java kebanyakan berbentuk monumen. Salah satunya adalah Monumen Perjuangan Bandung. Adapun cerita sejarah Monumen Perjuangan Bandung yang menarik untuk diketahui.

Monumen tersebut diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, yakni R. Nuriana pada tahun 1995. Di dalamnya terdapat beberapa diorama yang mengisahkan perjuangan pahlawan serta konferensi era kemerdekaan.

Sejarah Monumen Perjuangan Bandung

Ilustrasi Sejarah Monumen Perjuangan Bandung. Sumber: unsplash.com/ Hani Fildzah

Mengutip dari situs bandung.go.id, lokasi monumen ini terletak di Jalan Dipati Ukur No. 48, Kota Bandung. Lokasinya berhadapan dengan Gedung Sate dan di depan Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung.

Monumen Perjuangan Bandung memiliki luas bangunan 2.143 m². Desain bangunannya berbentuk bambu runcing dengan tatanan arsitektural modern.

Adapun sejarah Monumen Perjuangan Bandung pada mulanya sengaja dibuat untuk wadah informasi masyarakat di kawasan Jawa Barat. Di dalam bangunan monumen ini, ada 7 diorama sebagai informasi perjuangan masyarakat zaman dulu di Bandung.

Diorama-diorama itu memiliki bentuk beragam dan ceritanya sendiri yang dipamerkan di ruangan dalam monumen. Berikut ini jenis dioramanya.

  1. Diorama Perjuangan Sultan Agung Tirtayasa yang tengah menentang penjajah Belanda bersama rakyat pada tahun 1658.

  2. Diorama pembangunan jalan di Sumedang yang dilakukan oleh rakyat Jawa Barat.

  3. Diorama Perundingan Linggarjati 1946.

  4. Diorama Bandung Lautan Api 24 Maret 1946.

  5. Diorama Long Mach Siliwangi Januari 1949.

  6. Diorama Konferensi Asia Afrika di Bandung 1955.

  7. Diorama Operasi Pagar Betis atau Operasi Brata Yuda yang terjadi pada tahun 1962.

Selain diorama, terdapat relief yang menggambarkan perjuangan rakyat Jawa Barat yang dimulai saat masa kerajaan - penjajahan Inggris - penjajahan Belanda - penjajahan Jepang - pergerakan - kemerdekaan hingga masa mempertahankan kemerdekaan.

Dengan adanya relief ini, masyarakat akan mengetahui informasi sejarah perjuangan rakyat di masa lalu yang begitu panjang. Tanpa perlu membaca buku pun, relief ini sudah sangat mudah dipahami urutan ceritanya.

Cerita di dalam relief sangat sarat makna dan menunjukkan bahwa kemerdekaan bisa didapatkan melalui perjuangan yang keras.

Baca juga: Sejarah Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946

Sejarah Monumen Perjuangan Bandung di atas akan membuat masyarakat semakin menghargai arti kemerdekaan. (IMA)