Sejarah Sanghyang Tikoro: Kental dengan Cerita Mistis dan Legenda
Akun yang membahas tentang kota Bandung
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bandung memiliki sejumlah wisata menarik untuk dikunjungi. Selain itu Bandung juga memiliki sejarah dan legenda yang tak kalah menarik untuk diketahui, salah satunya adalah sejarah Sanghyang Tikoro.
Mengutip website resmi disparbud.jabarprov.go.id, Jawa Barat terkenal akan cerita-cerita legenda dan hingga kini tak sedikit yang tetap mempercayai kebenaran legenda tersebut. Beberapa di antara kisah legenda bahkan melekat erat di sejumlah tempat yang saat ini menjadi destinasi wisata.
Sekilas Sejarah Sanghyang Tikoro
Sejarah Sanghyang Tikoro sangat menarik untuk diketahui, apalagi ditambah dengan banyaknya cerita mistis hingga legenda Bandung yang melekat. Berikut informasi selengkapnya.
1. Fakta dan Sejarah Sanghyang Tikoro
Sanghyang Tikoro merupakan sebuah gua dan sungai bawah tanah yang terletak di dalam kompleks PLTA Saguling. Lokasinya berada di Jalan PLTA Saguling, Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Tempat ini menjadi tempat wisata yang kerap dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat keindahan alami gua dan aliran sungai. Menjadi salah satu destinasi wisata alam yang memiliki sejarah yang dikaitkan dengan proses terbentuknya Kota Bandung.
Konon pada 20-30 juta tahun yang lalu, gua ini merupakan wilayah perarian dari danau Bandung purba dengan kedalaman sekitar 10 hingga 20 meter. Kemudian dipercayai ada peristiwa alam yang terjadi sehingga mengakibatkan danau purba rusak atau bocor sehingga air danaunya menjadi surut.
Sedikit demi sedikit batuan kapur terkikis dan membentuk lubang saluran air. Danau purba pun berubah menjadi daratan yang saat ini disebut Kota Bandung. Juga sungai bawah tanah yang membentuk Sanghyang Tikoro dipercaya adalah hasil dari proses pelarutan batuan, yang menyebabkan terbentuknya sebuah gua.
2. Misteri, Mitos, dan Legenda Sanghyang Tikoro
Dalam perkembangan asal usulnya, goa ini sering dikaitkan dengan hal misterius. Terlihat dari asal usul nama Goa Sanghyang Tikoro. Yang jika diartikan dalam bahasa sunda memiliki makna Sanghyang berarti dewa dan Tikoro berarti tenggorokan.
Tidak jarang beberapa orang datang ke Sanghyang Tikoro untuk bermalam dan bersemedi di mulut gua. Selain itu, tempat ini juga seringkali dijadikan untuk melakukan uji nyali. Menurut mitos, jika ada wisatawan yang melemparkan sesuatu benda ke mulut gua, maka akan mengeluarkan suara seperti tersedak atau berteriak.
Adapun legenda yang dipercayai terkait tempat ini juga erat hubungannya dengan Sangkuriang. Konon ketika Sangkuriang berada di puncak kemarahannya dengan Dayang Sumbi membuat bendungan Danau Purba yang berada di Sanghyang Tikoro dirusaknya.
Baca juga: Sanghyang Tikoro: Eksotisme dan Misteri Gua dengan Sungai Bawah Tanah
Sejarah Sanghyang Tikoro hingga kini masih memiliki misteri karena belum adanya ilmuwan yang dapat memecahkan misteri titik akhir aliran sungai Sanghyang Tikoro. Terlepas dari sejarah dan legenda yang melekat, gua Sanghyang Tikoro sejatinya memiliki keindahan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. (WIN)