Konten dari Pengguna

Tahura Gunung Kunci, Wisata Bersejarah di Sumedang

S

Seputar Bandung

Akun yang membahas tentang kota Bandung

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahura Gunung Kunci, Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Tahura Gunung Kunci, Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pexels

Tahura Gunung Kunci merupakan salah satu wisata bersejarah di Sumedang. Sumedang sendiri merupakan sebuah kabupaten di Jawa Barat yang dikenal dengan alamnya yang indah dan kaya budayanya, serta memiliki banyak destinasi wisata yang menarik.

Salah satu destinasi wisata bersejarah di Sumedang yang tak boleh dilewatkan adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci. Tempat ini bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan sejarah yang penting dan menarik untuk diketahui.

Tahura Gunung Kunci dan Fakta Sejarah yang Penting Diketahui

Tahura Gunung Kunci, Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pexels

Menurut buku Naskah Sumber Arsip Statis dengan Narasi Kreatif Tujuan Wisata, Dyah Safitri, dkk (2023:31), Tahura Gunung Kunci merupakan salah satu obyek wisata pemandangan di Sumedang yang lokasinya berada di satu kawasan dengan Gunung Palasari. Selain memiliki lanskap yang indah, gunung Kunci juga memiliki benteng tua peninggalan Belanda.

Disebut Gunung Kunci karena gerbang masuk ke benteng ini terdapat lambang kunci menyilang. Sebenarnya Gunung Kunci sendiri tidak mirip gunung, melainkan lebih mirip bukit di tengah Kota Sumedang. Berikut ini fakta sejarah yang penting diketahui.

1. Terdapat Benteng Peninggalan Belanda

Terdapat sebuah benteng bersejarah peninggalan masa penjajahan Belanda di dalam Tahura. Luas bentengnya kurang lebih sekitar 2.600 meter persegi dengan luas bunker yang mencapai sekitar 450 meter persegi.

Benteng ini terdiri dari tiga lantai meliputi ruangan untuk prajurit, perwira, tahanan, dan benteng itu sendiri. Semua dilapisi beton setebal 1 meter.

2. Benteng Belanda Dibangun pada masa Perang Dunia I

Benteng yang dikamuflasekan sebagai bukit dibangun oleh Belanda pada masa Perang Dunia I, tepatnya sekitar 1914-1917 dan diresmikan pada tahun 1918.

Desainnya dibuat melingkar dan berdiri di tempat yang lebih tinggi di tengah Kota Sumedang untuk memudahkan Belanda mengintai gerak-gerik mencurigakan atau tanda-tanda akan terjadinya serangan.

3. Dijadikan Objek Wisata Historis oleh Pemerintah

Pintu gerbang dan jalan setapak untuk memasuki obyek wisata Guning Kunci menjadi salah satu tempat wisata sejarah di Sumedang. Pengunjung membayar retribusi wisata untuk belajar mengenai sejarah yang ada didalamnya.

Di dalamnya sudah ada sarana umum seperti toilet dan warung sekedar untuk menghilangkan lapar dan dahaga meskipun masih terbatas.

Baca Juga: Mata Air Sirah Cipelang, Wisata Alam Asri di Sumedang

Tahura Gunung Kunci meripakan perpaduan yang sempurna antara wisata alam dan sejarah. Mengunjungi Tahura Gunung Kunci bukan hanya memberikan keindahan visual saja, melainkan memberikan pemahaman lebih dalam tentang sejarah perjuangan bangsa dan pentingnya menjaga alam. (DIA)