Konten dari Pengguna

Terowongan Jalan Asia-Afrika di Bandung: Daya Tarik dan Lokasinya

S

Seputar Bandung

Akun yang membahas tentang kota Bandung

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi terowongan jalan Asia-Afrika. Sumber: unsplash.com/Daniel Jerez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi terowongan jalan Asia-Afrika. Sumber: unsplash.com/Daniel Jerez

Bagi pelancong atau wisatawan yang sering datang ke Bandung, tentu sudah tidak asing lagi dengan terowongan Jalan Asia-Afika. Di jalan ini, banyak sekali masyarakat asli maupun wisatawan yang berkeliling menikmati sore atau bersenang-senang sambil belajar sejarah perjalanan negara Indonesia.

Banyak hal menarik lainnya di jalan yang bersejarah ini, seperti pada jam tertentu banyak cosplayer yang berdiri di sepanjang Jl. Asia-Afrika. Setiap yang ingin berfoto boleh membayar seikhlasnya.

Terowongan Jalan Asia-Afrika

Ilustrasi terowongan jalan Asia-Afrika. Sumber: unsplash.com/Aaron Burden

Terowongan Jalan Asia-Afrika berada di Jl. Cikapundung Barat No.2, Karanganyar, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Tempat bersejarah ini sering dikunjungi banyak wisatawan dari berbagai daerah.

Dikutip dari laman asiaafricamuseum.com, Museum Konferensi Asia-Afrika ini berada di Jl. Asia-Afrika, sehingga setelah keluar dari museum, wisatawan bisa melihat langsung terowongannya. Tidak ada yang terlalu mencolok dari penampakannya, hanya terowongan biasa.

Meski begitu, terowongan ini telah menjadi saksi bisu atas berbagai hal yang terjadi di Jl. Asia-Afrika tersebut.

Daya Tarik Terowongan Jalan Asia-Afrika

Ilustrasi terowongan jalan Asia-Afrika. Sumber: unsplash.com/Jeff Miller

Ada banyak hal yang menyebabkan orang-orang tertarik mengunjungi terowongan Jalan Asia-Afrika. Salah satunya adalah karena sejarahnya yang sangat menarik.

Di sekitar terowongan tersebut juga ada Masjid Raya Bandung, Alun-Alun, Museum Asia-Afrika, serta pusat perbelanjaan. Karena lokasi yang dekat dengan banyak hal, terowongan ini sering dilewati banyak orang.

Terdapat kutipan kata-kata dari Pidi Baiq di sana yang berbunyi,

“Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.”

Selain itu, terdapat juga kutipan dari M.A.W Brower yang berbunyi,

“Bumi Pasundan lahir ketika tuhan tersenyum.”

Untuk melewati terowongan ini, wisatawan tidak perlu membayar apa-apa. Karena terowongan ini sama seperti gapura pada umumnya. Hal yang membuat dirinya menarik karena terletak di jalan Asia-Afrika dan memiliki sejarah panjang.

Baca juga: 3 Hotel di Jalan Asia Afrika Bandung untuk Pilihan Bermalam

Itulah beberapa informasi mengenai terowongan jalan Asia-Afrika yang bisa menambah pengetahuan masyarakat. Semoga membantu dan selamat menjelajah! (FH)